- Warga Lingkungan Domba, Kelurahan Lopang, Kota Serang, menggelar perayaan puncak Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tradisi Ngeropok.
- Panitia mengumpulkan 104 Panjang Mulud berisi sembako, perabotan, pakaian, dan uang tunai untuk didistribusikan kepada warga.
- Distribusi ratusan bingkisan tersebut diprioritaskan bagi anak-anak, guru ngaji, pemandi jenazah, serta masyarakat umum yang membutuhkan.
SuaraBanten.id - Puncak perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lingkungan Domba, Kelurahan Lopang, Kota Serang, Banten, berlangsung riuh dan penuh kehangatan.
Suasana sukacita membuncah ketika tradisi khas warga setempat, Ngeropok, resmi dimulai.
Moment ini menjadi yang paling ditunggu-tunggu, di mana masyarakat saling berebut keberkahan dari pembagian bingkisan dan isi Panjang Mulud.
Tawa riang anak-anak hingga antusiasme warga dewasa menyatu dalam keriuhan.
Baca Juga:Crazy Rich Cilegon Bagi-bagi Durian ke Ratusan Anak Yatim di Momen HUT PAN ke-28
Sebelum tradisi berebut bingkisan dimulai, ornamen Panjang Mulud yang dibuat secara swadaya oleh warga terlebih dahulu dijemput dari rumah ke rumah.
Rombongan kemudian mengarak hiasan-hiasan kreatif tersebut keliling kampung, diiringi lantunan shalawat yang bergema manis bersama tabuhan marawis.
Setibanya di masjid dan usai didoakan bersama, barang-barang tersebut dikemas untuk kemudian memasuki momen puncak Ngeropok yang penuh kehangatan.
Ketua Penyelenggara Kegiatan Muhammad Robi di Serang, Selasa, mengatakan Tradisi Ngeropok menjadi momen yang paling dinanti-nanti warga. Pada tahun ini antusiasme masyarakat sangat luar biasa sehingga terkumpul ratusan bingkisan.
"Tahun ini ada 104 Panjang Mulud yang berisikan sembako, perabotan rumah tangga, pakaian, hingga uang tunai. Melalui Tradisi Ngeropok, barang-barang ini kami distribusi untuk warga di empat kampung lain," ujarnya.
Baca Juga:Serang Dihebohkan Kehadiran Verrell Bramasta dan Edison Sitorus
Robi merinci prioritas penerima berkat dari kegiatan ini mencakup anak-anak, pemandi jenazah, ustaz, guru ngaji, dan masyarakat umum, yang membutuhkan.
Lebih lanjut ia menambahkan bahwa kemeriahan Ngeropok bukan sekadar ajang kumpul warga, melainkan wujud rasa syukur atas hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang dibalut dengan semangat saling menolong, gotong royong, serta sedekah.
Keceriaan tradisi ini turut dirasakan oleh warga. Siti Aminah (45), warga setempat, menceritakan keseruan dan nilai positif saat mengikuti Tradisi Ngeropok bersama tetangganya.
"Ke seruan saat Ngeropok itu yang selalu bikin kangen tiap tahun. Anak-anak sampai bapak-bapak kumpul semua di jalanan sampai masjid, ketawa bareng, mengharap berkah dari Panjang Mulud. Ini cara kita bersedekah, tapi dengan hati riang gembira, membuat semua warga makin guyub," katanya. [Antara].