- Sultan Banten ke-18 pada Senin (3/8/2026) menegaskan komitmen penuh dan menolak isu pemisahan dari NKRI.
- Sultan mengajak masyarakat bersinergi membersihkan wilayah Banten dari peredaran narkotika untuk melindungi generasi muda.
- Pembangunan adab, akhlak mulia, serta persatuan warga ditekankan sebagai fondasi utama mencapai kesejahteraan bersama.
SuaraBanten.id - Sultan Banten ke-18, Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni, memberikan pernyataan tegas mengenai posisi Kesultanan Banten dalam bingkai kenegaraan.
Di tengah dinamika sosial yang berkembang, Sultan mengajak seluruh warga Banten untuk memperkuat rasa nasionalisme dan menjaga moralitas generasi muda.
Pernyataan ini sekaligus menjadi klarifikasi atas berbagai isu yang mencoba membenturkan posisi adat dengan kedaulatan negara.
Berikut adalah 6 poin penting pesan Sultan Banten ke-18 bagi masyarakat:
Baca Juga:Mau Mutasi Kendaraan Luar Banten? Ada Diskon Pajak Hingga 40 Persen Mulai 18 Agustus
1. Komitmen Mutlak Terhadap NKRI
Sultan secara tegas membantah adanya kekhawatiran atau anggapan bahwa Kesultanan Banten berniat memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia menegaskan bahwa loyalitas kesultanan terhadap Indonesia bersifat final dan tidak perlu diragukan lagi.
2. Kesultanan adalah Pilar Pendiri Bangsa
Menoleh ke sejarah, Sultan mengingatkan bahwa kesultanan-kesultanan di seluruh Nusantara, termasuk Banten, memiliki peran vital sebagai pendukung utama berdirinya Republik Indonesia.
"Kami sebagai pewarisnya tidak mungkin menyimpang dari hal tersebut. Kesultanan Banten adalah bagian sejarah yang ikut melahirkan NKRI," tegas Sultan Hendra, Senin (3/8/2026).
Baca Juga:Nekat Kabur Ketika Hendak Dibawa ke Rutan, Begini Nasib Tahanan Pencurian di PN Serang
3. Mewujudkan Banten yang Bersih dari Narkoba
Salah satu ancaman terbesar bagi kedaulatan bangsa saat ini adalah peredaran narkotika. Sultan memberikan atensi khusus agar seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah bersinergi menjadikan Banten sebagai wilayah yang bersih dari pengaruh barang haram tersebut demi melindungi masa depan generasi penerus.
4. Adab dan Akhlak sebagai Fondasi Kesejahteraan
Menurut Sultan, kemajuan ekonomi saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan ketahanan budaya. Ia menekankan pentingnya Akhlakul Karimah (akhlak mulia) dan adab sebagai pondasi kehidupan bermasyarakat. Jika moralitas terjaga, maka kesejahteraan masyarakat diyakini akan mengikuti secara alami.
5. Memaknai "Merdeka Hakiki"
Bagi Sultan, kemerdekaan bukan sekadar peristiwa sejarah bebas dari penjajahan fisik di masa lalu. Merdeka secara hakiki berarti bangsa Indonesia, khususnya warga Banten, harus terbebas dari ancaman-ancaman modern yang merusak mental dan moral, seperti narkoba dan perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan nilai luhur daerah.