Elektabilitas AMIN sempat turun pada awal Desember 2023 yakni menjadi sebesar 23,8 persen atau hanya sekira 0,2 persen. Sedangkan pada akhir Desember 2023 elektabilitas AMIN kembali naik diangka 25,3 persen sekaligus untuk pertama kalinya melampaui Ganjar-Mahfud.
Ganjar-Mahfud Menurun

Berdasarkan survei LSI tersebut, elektabilitas Ganjar-Mahfud terus mengalami penurunan sejak bulan September 2023 hingga akhir Desember 2023.
Pada september 2023, elektabilitas Ganjar-Mahfud sebesar 36,9 persen. Sementara, pada Oktober 2023 elektabilitas Ganjar-Mahfud turun menjadi 35,3 persen.
Baca Juga:Survei CSIS: Elektabilitas Prabowo-Gibran dan AMIN Imbang di Banten dan Jakata, Ganjar-Mahfud Keok
Penurunan elektabilitas Ganjar-Mahfud pada awal November 2023 kambali turun diangka 28,6 persen. Kemudian pada akhir November 2023 juga lagi-lagi mengalami penurunan menjadi 24,9.
Pada awal Desember 2023, terjadi kenaikan elektabilitas Ganjar-Mahfud menjadi 26,8 persen. Namun, penurunan kembali terjadi pada survei akhir Desember 2023 ini yakni sebesar 22,9 persen.
Prabowo-Gibran Tetap Dipuncak
![Capres dan Cawapres, Prabowo-Gibran. [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/12/26/40475-capres-dan-cawapres-prabowo-gibran-ist.jpg)
Pada bulan September 2023 elektabilitas Prabowo-Gibran sebasar 39,3 persen, kemudian sempat menurun pada Oktober 2023 menjadi 36,8 persen.
Kemudian, pada sejak awal November 2023 tren kenaikan elektabilitas Prabowo Gibran dengan angka yang selalu di atas 40 persen yakni 40,3 persen kemudian naik menjadi 42,9 persen pada akhir November 2023.
Baca Juga:Ibaratkan Indonesia Mobil Lambat, Cak Imin Janji Lakukan Pembangunan Cepat dan Merata
Elektabilitas Prabowo-Gibran juga masih stabil di angka 40 persen pada awal Desember 2023 yakni sebesar 41,2 persen. jumlah tersebut kembali naik pada akhir Desember 2023 yakni sebesar 43,3 persen.