Iti menyebut pemerintah daerah kini melakukan pendataan kerusakan sarana infrastruktur jembatan, jalan hingga sarana pendidikan, pondok pesantren dan tempat ibadah.
Kata dia, kerusakan sarana infrastruktur bisa kembali dibangun melalui anggaran Biaya Tak Terduga (BTT), sehingga kehidupan masyarakat kembali normal.
Dilakukan pula pendistribusian logistik berupa kebutuhan bahan pokok, lauk pauk, makanan, minuman kemasan, peralatan tidur dan pakaian.
Pendistribusian logistik sangat diutamakan untuk memberikan pelayanan dasar agar warga korban bencana alam mengalami kerawanan pangan.
Baca Juga:Jembatan Penghubung Antardesa di Lebak Terputus, Akibat Sungai Cimandur Meluap
Dalam kesempatan itu, Iti minta tim relawan membawa korban banjir yang mengalami sakit ke puskesmas setempat. Karena, tidak mungkin daerah bencana banjir mendirikan posko pelayanan kesehatan.
"Kita berharap tim relawan dapat mengevakuasi warga yang sakit pascabencana banjir ke puskesmas," katanya.
Terpisah, Sekretaris Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak Edi Supriadi mengatakan masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayahnya sebanyak 339 kepala keluarga, 25 hektare sawah gagal panen dan dua jembatan terputus serta satu titik jalan longsor.
Meski demikian, ia memastikan bencana alam yang terjadi di Kecamatan Bayah tidak menimbulkan korban jiwa.
"Kami minta warga yang tinggal di bantaran sungai agar meningkatkan waspada jika curah hujan meningkat," pungkasnya. (Antara)
Baca Juga:Warga Lebak Diminta Waspadai Banjir dan Longsor Susulan, Ini Penjelasan BPBD Lebak