Kasus DBD di Tangsel Melonjak, Paling Tinggi di Pamulang

Menurut data Dinas Kesehatan Kota Tangsel sejak awal Januari 2022 hingga 25 September 2022 sudah ada 577 kasus DBD di Kota Tangsel, Banten.

Hairul Alwan
Kamis, 29 September 2022 | 09:24 WIB
Kasus DBD di Tangsel Melonjak, Paling Tinggi di Pamulang
Ilustrasi gambar nyamuk Aedes Aegypti (pixabay)

SuaraBanten.id - Kasus Demam Berdarah Dengue (DPD) di Kota Tengerang Selatan (Tangsel), Banten mengalami peningkatan bila dibandingkan pada tahun sebelumnya.

Menurut data Dinas Kesehatan Kota Tangsel sejak awal Januari 2022 hingga 25 September 2022 sudah ada 577 kasus DBD di Kota Tangsel, Banten.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan sepanjang tahun 2021 yang jumlah kasus DBD berjumlah 437.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, kasus DBD 2022 mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan tahun tahun lalu.

Baca Juga:Dua Pengedar Sabu di Lebak Dibekuk Polisi, Kepergok Transaksi Dini Hari di Ona Rangkasbitung

“Trend kasus DBB tahun 2022 mengalami peningkatan di bulan Januari 2022 dengan jumlah yang di laporkan sebanyak 124 kasus namun setelahnya kasus DBD bisa di kendalikan angka penularannya,” ujar Alin dalam keterangan tertulisnya dikutip dari Bantennews.co.id (Jaringan SuaraBanten.id), Kamis (29/9/2022).

Allin mengungkapkan, Kecamatan dengan kasus tertinggi pada tahun ini yakni Pamulang dengan jumlah kasus 128, diikuti Pondok Aren 104 kasus, Serpong 97 kasus, Ciputat Timur 86 kasus, Serpong Utara 71 kasus, Ciputat dan Setu 31 kasus DBD.

“Data tersebut selaras dengan kepadatan penduduk. Sedangkan bulan September 2022 ada sejumlah 47 kasus di Kota Tangerang Selatan,” jelasnya.

Berdasarkan data dan analisa 5 tahun terakhir di Kota Tangerang Selatan, trend kasus DBD akan mengalami peningkatan kasus di bulan Desember, Januari, Februari, dan Maret seiring dengan musim hujan.

"Karena itu Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengajak seluruh masyarakat untuk antisipasi atau mengendalikan DBD dengan melakukan upaya PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dengan 3 M plus di antaranya menguras, mengubur, mendaur ulang, menghindari gigitan nyamuk dan partisipasi masyarakat dalam Gerakan 1 rumah 1 jumantik (G1R1J),” pungkasnya.

Baca Juga:Oknum ASN Kantor Pertanahan Lebak Diduga Terima Gratifikasi Rp15 Miliar, Siapkan Rekening untuk Samarkan Aliran Uang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak