Soroti Kasus Brigadir J, Pakar psikologi forensik Buka-bukaan Soal Ini

Dia menjelaskan, rasionalitas memungkinkan satu pihak menilai pihak lain dan situasi yang dihadapi.

Andi Ahmad S
Minggu, 17 Juli 2022 | 11:13 WIB
Soroti Kasus Brigadir J, Pakar psikologi forensik Buka-bukaan Soal Ini
Polisi berjaga di depan rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo pascaperistiwa baku tembak dua ajudannya di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc)

SuaraBanten.id - Kasus baku tembak antar polisi yang menewaskan Brigadir J hingga kini masih menjadi sorotan publik. Kekinian dari Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel.

Dia menyatakan bahwa, personel polisi dilatih untuk terbiasa berpikir secara rasional. Dengan rasionalitas yang baik, personel akan tahu persis pihak yang dihadapi dan bagaimana secara tepat mesti bertindak.

”Personel berpangkat rendah tidak akan berani melawan personel berpangkat rendah. Itu mengindikasikan adanya kesadaran yang memungkinkan bekerjanya rasionalitas,” terang Reza, mengutip dari WartaEkonomi -jaringan Suara.com, Minggu (17/7/2022).

Dia menjelaskan, rasionalitas memungkinkan satu pihak menilai pihak lain dan situasi yang dihadapi. Agar dapat berpikir rasional, individu membutuhkan waktu cukup sehingga pertimbangan (kalkulasi) berjalan dengan normal.

Baca Juga:Penipu Bekedok Polisi Gadungan Ancam Sebar Video Bugil Para Korban, Tim Cyber Polda Jateng Buru Pelakunya

"Personel yang rasional akan tampak. Misalnya, ketika dia memberikan hormat kepada personel lain yang berpangkat lebih tinggi. Berpikir secara cermat dan hati-hati itu merupakan system 2 thinking,” papar Reza.

Namun menurut dia, situasi yang personel polisi hadapi tidak selalu ideal. Bahkan, sesuai tuntutan situasi, tempo-tempo personel harus berhadapan dengan situasi kritis, genting, ditandai pertaruhan hidup atau mati, terbunuh atau membunuh, ditembak atau menembak.

”Dalam kondisi semaut itu, rasionalitas tidak mungkin dikerahkan. Bahkan justru sangat tidak tepat apabila personel, yang saat itu tengah bergelut dengan bahaya ekstrim, tetap berpikir rasional,” tutur Reza.

Dalam kondisi seperti itu, dia menjelaskan, berpikir rasional justru akan berakibat fatal bahkan mematikan.

”Jadi bisa dipahami bahwa perhatian terhadap pangkat dan jabatan tidak akan berfungsi, manakala seorang personel sedang berada dalam kegentingan yang memaksanya untuk mendahulukan keselamatan dirinya di atas hal-hal lain. Proses berpikir instan bahkan intuitif itu diistilahkan sebagai system 1 thinking,” terang Reza.

Baca Juga:Curi 2 Motor di 2 Tempat Berbeda, Pemuda Asal Batu Ampar Diringkus Polisi

”Nah, dalam situasi tembak-menembak, apalagi dalam jarak dekat, terlebih jika situasi itu sama sekali tidak diduga oleh si personel, sangat kecil kemungkinan personel tersebut akan hirau pada pangkat dan jabatan personel lain yang tengah mengarahkan senjatanya,” ujar dia.

Dia menambahkan, berhadap-hadapan dengan risiko maut sedemikian rupa, by intuition personel pertama (betapa pun pangkatnya lebih rendah) akan semata-mata berfokus pada keselamatan dirinya sendiri. Bukan pada risiko disiplin organisasi, benturan antar angkatan, hukuman pidana, sanksi sosial, bahkan ancaman pemberhentian tidak dengan hormat, dan hal-hal rasional lainnya.

”Jadi, seorang personel berpangkat rendah dalam situasi tertentu bisa saja menunjukkan pembangkangan dan berani berkonfrontasi dengan personel lain yang berpangkat lebih tinggi (lebih senior). Situasi tertentu dimaksud adalah situasi yang mengharuskan si personel berpangkat lebih rendah itu untuk secara otomatis berperilaku atas dasar system 1 thinking,” ucap Reza.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak