facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dinas Kesehatan Lebak Temukan Kasus Baru HIV-AIDS 12 Orang

Erick Tanjung Kamis, 07 Juli 2022 | 16:42 WIB

Dinas Kesehatan Lebak Temukan Kasus Baru HIV-AIDS 12 Orang
Ilustrasi HIV-AIDS [Yayasan AIDS Indonesia]

"Kami minta semua penderita HIV/AIDS agar berobat rutin ke rumah sakit," kata Firman.

SuaraBanten.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten menemukan kasus baru Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome atau HIV-AIDS sebanyak 12 orang berdasarkan laporan dari sejumlah rumah sakit.

"Kami minta semua penderita HIV/AIDS agar berobat rutin ke rumah sakit," kata Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kabupaten Lebak Firman Rahmatullah, Kamis (7/7/2022).

Pemkab setempat mengoptimalkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk pencegahan penyebaran penyakit menular tersebut.

Jumlah temuan kasus tersebut, ujarnya, tergolong sedikit karena diperkirakan banyak yang belum terdata. Kasus HIV/AIDS seperti fenomena gunung es yang artinya hanya sedikit yang tampak di permukaan, sedangkan kebanyakan tidak terdata.

Ia mengatakan penyebaran penyakit itu lebih banyak terjadi lantaran perilaku berisiko para heteroseksual.

Baca Juga: Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Wakil Rakyat: Ini Bukan Memudahkan Masyarakat

Pada kesempatan itu, ia menyebut tentang target estimasi penanganan penderita di daerah setempat dan jumlah total mereka yang hingga saat ini serius secara rutin menjalani pengobatan. Total warga setempat 1,2 juta jiwa.

Ia juga menyebut kebanyakan kalangan penderita HIV/AIDS di daerah setempat. Ia mengaku masih rendah kesadaran mereka setempat berisiko tertular penyakit itu untuk memeriksakan kesehatannya.

Penyebaran penyakit itu, ucapnya, antara lain karena perilaku seks bebas, penggunaan jarum suntik atau transfusi darah dari penderita dan ibu positif yang sedang menyusui bayinya.

Ia menyebut sebaran penderita tidak hanya di kota besar di Lebak, namun juga sudah merambah pedesaan terpencil di daerah selatan Banten ini. Hal itu, ujar dia, karena banyak warga pedesaan bekerja di kota dan terpengaruh dengan perilaku hidup berisiko tertular HIV/AIDS.

"Kami minta warga dapat memeriksakan kesehatannya, terutama bagi masyarakat dengan gaya hidup berisiko (tertular HIV/AIDS)," katanya. (Antara)

Baca Juga: Nenek Usia 69 Tahun Tewas Tertabrak Motor Saat Menyebrang di Jalan Raya Rangkasbitung

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait