facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dukung Eco Green, Kendaraan Autonomous Vehicle Resmi Diluncurkan

Hairul Alwan Sabtu, 21 Mei 2022 | 01:05 WIB

Dukung Eco Green, Kendaraan Autonomous Vehicle Resmi Diluncurkan
Peluncuran Kendaraan Autonomous Vehicle di Plaza Q-Big, BSD Raya Utama. [Dok Pemprov Banten]

Muhammad Yusuf mengatakan, kendaraan Autonomous ini merupakan kendaraan masa depan yang harus terus di kembangkan.

SuaraBanten.id - Pemprov Banten mendukung gerakan uji coba kendaraan otonom (Autonomous Vehicle) atau kendaraan tanpa awak yang berbasis elektrik yang dimotori oleh Sinarmas Land bersama Mitsubishi Corporation di Plaza Q-Big, BSD Raya Utama, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (20/5/2022).

Di tengah penerapan eco green yang kini sedang menjadi konsen pemerintah Indonesia. Berbagai sektor seperti smart city, sektor industri, pengolahan sampai pada sektor transportasi publik yang berbasis ramah lingkungan bermunculan.

Usai mengikuti uji coba sekaligus merasakan langsung kendaraan tanpa awak itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Banten Muhammad Yusuf mengatakan, kendaraan Autonomous ini merupakan kendaraan masa depan yang harus terus di kembangkan.

"Pemprov Banten sendiri sangat mendukung dan bangga, menjadi tempat untuk peluncuran sekaligus uji coba perdana kendaraan yang ramah lingkungan itu," katanya.

Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Adakan Car Free Day pada Minggu, Ini Daftar Lokasi Penerapannya

Pemprov Banten sebagai kepanjangtanganan dari Pemerintah Pusat tentu akan mendukung penuh terobosan ini, apalagi kendaraan elektrik ini bisa dipastikan sangat minim emisi yang ditimbulkannya.

"Untuk sementara mungkin baru di lingkungan BSD sini dulu, yang secara infrastruktur semuanya sudah terintegrasi dan mumpuni," ujarnya.

Ditambahkan Yusuf, masih perlu edukasi dan perubahan mindset untuk warga masyarakat yang tinggal di perkampungan. Saat ini untuk warga masyarakat di perkampungan belum cocok, ke depan bisa saja asal infrastrukturnya mencukupi.

"Sepertinya untuk di perkampungan, kurang begitu cocok. Sebab kendaraan tanpa awak ini dilengkapi dengan sistem sensor yang sensitif, dimana apabila ada orang dalam jarak sekian meter, ia tidak akan jalan," katanya.

Yusuf yang sempat mencoba menaiki kendaraan itu juga awalnya merasa risih, karena tidak ada sopir atau navigator yang memandu, mengingat semua rutenya sudah terprogram berdasarkan titik-titik GPS yang sudah ditentukan.

Baca Juga: Bongkar Penyelundupan Sabu di Lapas Cilegon, Dua Napi Jadi Tersangka, Dua Pegawai Kejari Cilegon Bebas

"Tapi meskipun tidak ada navigatornya, di dalam mobil itu juga dilengkapi dengan remot kontrol yang bisa difungsikan sebagai navigator dalam kondisi tertentu," ucapnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait