alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Amerika Tidak Takut Cina akan Jadi Raksasa Militer Baru Dunia

Hairul Alwan Senin, 06 Desember 2021 | 07:55 WIB

Amerika Tidak Takut Cina akan Jadi Raksasa Militer Baru Dunia
Menhan AS mengatakan AS siap menghadapi kebangkitan militer Cina. [Terkini.id]

AS tidak akan membentuk NATO versi Asia atau mencoba membangun koalisi anti Cina.

SuaraBanten.id - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin angkat bicara soal kebangkitan militer Cina yang mencengangkan mulai dari pengujian sistem senjata hipersonik dan penguatan kemampuan nuklir. Ia menyebut bahwa Amerika bukanlah negara yang takut akan persaingan.

Dalam pidatonya di Forum Pertahanan Nasional Reagan, Menhan AS mengatakan AS siap menghadapi kebangkitan militer Cina dan bekerja untuk mendukung kemampuan Taiwan untuk mempertahankan diri.

Selanjutnya, ia mengungkapkan bahwa AS tidak akan membentuk NATO versi Asia atau mencoba membangun koalisi anti Cina.

“Kami menghadapi tantangan yang berat,” ujar Lloyd Austin, Minggu 5 Desember 2021.

Baca Juga: Tolak Klaim China, Pimpinan MPR Minta Kekuatan Militer Dikerahkan Besar-besaran ke Natuna

“Kita akan menghadapi yang satu ini dengan keyakinan dan tekad, bukan panik dan pesimisme,” tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa Lloyd Austin bergabung dengan para pemimpin top lainnya di industri pertahanan untuk mengungkapkan pentingnya memperkuat hubungan antara AS dan negara-negara sekutu. Membunyikan alarm tentang ancaman yang ditimbulkan Cina dan Rusia sebab kedua negara membangun pertahanan agresi yang tidak terlihat sejak Perang Dunia II.

“Dalam perang dan damai, kami selalu lebih kuat ketika kami bekerja sama dengan teman-teman kami,” ujar Lloyd Austin.

Austin menambahkan, Cina dengan cepat membangun persenjataan nuklirnya. Cina diprediksi setidaknya akan memiliki 1.000 hulu ledak pada 2030. Selanjutnya Austin juga menekankan AS tidak akan memaksa negara-negara lain untuk memilih menjalin hubungan dengan AS atau Cina, dan pemerintahan Biden ingin meningkatkan pencegahan terhadap agresi Cina atas Taiwan dan tidak mengubah status quo di wilayah tersebut.

Baca Juga: Antisipasi Covid-19 Varian Omicron, 19 WNA Ditolak Masuk Indonesia

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait