alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Eko Kuntadhi Minta Dana MUI Diaudit, Jawab Kekhawatiran Dilarikan ke Gerombolan Radikal

Hairul Alwan Kamis, 25 November 2021 | 05:56 WIB

Eko Kuntadhi Minta Dana MUI Diaudit, Jawab Kekhawatiran Dilarikan ke Gerombolan Radikal
Eko Kuntadhi. [Coktotv]

Permintaan dana MUI diaudit, diungkapkannya harus dilakukan agar publik tidak curiga dana itu dilarikan ke gerombolan radikal alias teroris.

SuaraBanten.id - Eko Kuntadhi baru-baru ini menyarankan agar dana Majelis Ulama Indonesia (MUI) di audit. Permintaan dana MUI diaudit, diungkapkannya harus dilakukan agar publik tidak curiga dana itu dilarikan ke gerombolan radikal alias teroris.

Kata Eko Kuntadhi, sejauh ini dana MUI yang berasal dari sertifikasi halal dan dana itu yang disarankan Eko Kuntadhi untuk diaudit.

“Karena MUI mengumpulkan dana publik dari sertifikasi halal. Kayaknya perlu audit serius soal dana tersebut,” katanya melalui akun Twitter pribadinya, Rabu (24/11/2021).

Dalam cuitannya, EKo Kuntadhi juga menyinggung Detasemen Khusus 88 Antiteror atau Densus 88 mengamankan satu pengurus MUI.

Baca Juga: Soal Cyber Army, Ketua DPRD DKI Jakarta: MUI Tak Boleh Jadi Bumper Seseorang

“Jangan sampai publik curiga, gimana kalau dana itu dialirkan ke gerombolan Radikal?” kata Eko Kuntadhi.

Desakan serupa juga diungkapkan, KH Maman Imanulhaq atau Kiai Maman yang merupakan anggota DPR juga sempat mengusulkan audit keuangan MUI. Kiai Maman mendorong audit dilakukan sebagai bentuk transparasi dan akuntabilitas sebagai lembaga yang menikmati anggaran dari negara.

Tak hanya itu, Kiai maman juga menyarankan untuk audit terhadap keuangan yang didapatkan MUI dari hasil sertifikasi halal.

Sebelumnya diberitakan, Densus 88 Antiteror menangkap salah satu pengurus MUI, Ahmad Zain an-Najah di Perumahan Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (16/11/2021) lalu.

Densus 88 juga menangkap dua orang lainnya di lokasi terpisah, yakni Anung al-Hamad (AA) dan Farid Ahmad Okbah (FAO). Ketiga orang yang ditangkap tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas jaringan terorisme Jamaah Islamiyah (JI).

Baca Juga: Muncul Desakan Pembubaran MUI, Wapres Ma'ruf Amin Beri Komentar Menohok

Diketahui, JI memang dicap sebagai salah satu kelompok atau jaringan terorisme global. Indonesia pun juga memasukkan jaringan tersebut sebagai kelompok terorisme.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait