alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

TEGAS! Ini Jawaban UAS Soal Pilihan Pemimpin Muslim Koruptor atau Pemimpin Kafir Jujur?

Hairul Alwan Senin, 11 Oktober 2021 | 10:28 WIB

TEGAS! Ini Jawaban UAS Soal Pilihan Pemimpin Muslim Koruptor atau Pemimpin Kafir Jujur?
Ustaz Abdul Somad. [Antara]

UAS menjawab pertanyaan soal mana yang lebih baik pemimpin kafir jujur ataukah seorang pemimpin Muslim koruptor?

SuaraBanten.id - Ustaz Abdul Somad alias UAS secara tegas memberikan jawaban soal pertanyaan sosok pemimpin yang baik.

UAS menjawab pertanyaan soal mana yang lebih baik pemimpin kafir jujur ataukah seorang pemimpin Muslim koruptor?

UAS dalam sebuah kesempatan memberi pandangan mengenai dua pilihan pemimpin itu.

UAS mengungkapkan sikap yang seharusnya diambil jika diminta memilih pemimpin kafir tapi jujur atau pemimpin muslim tapi suka korupsi dan mesum.

Baca Juga: UAS Imbau Perempuan Agar Menolak Dinikahi Siri, Ternyata Ini Alasannya!

Kata UAS dilihat dari satu sisi, umpamanya apabila seorang Muslim memilih umat Nasrani sebagai pemimpin, maka akan sangat memiliki kekuasaan yang sangat tinggi dan saling membantu terhadap orang yang memiliki keyakinan yang sama.

Namun, di sisi lain juga memperlihatkan bahwa seorang pemimpin yang beragama Islam justru terkadang bisa memiliki kebiasaan yang sangat menyimpang dari ajaran agama.

Katakanlah pemimpin itu disebutkan sering melakukan seks bebas, koruptor, berbuat mesum, dan sebagainya, meskipun ia seorang Muslim yang seharusnya taat akan perintah agama.

Nah, jika memang mendapat dua pilihan seperti itu, UAS mengimbau untuk tidak mengikuti alur pikiran demikian dan bergegas untuk ‘keluar’.

Adapun hal tersebut disampaikannya dalam sebuah video berjudul “[EKSKLUSIF] Pilih Pemimpin Kafir Jujur atau Muslim Korupsi? – Ustadz Abdul Somad Lc,MA” yang diunggah oleh kanal YouTube Fodamara TV, dilansir dari terkini.id-Jaringan Suara.com, Senin (11/10/2021).

Baca Juga: Soal Pemimpin 'Kafir' Jujur dengan Muslim Tapi Koruptor, UAS Beri Jawaban Mengejutkan

“Ketika kita dihadapkan pada dua kuota begini, maka kita jangan ikut alur pikiran dia dan kita mesti keluar dari ini,” ungkap UAS.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait