Telinga nenek tua ini juga harus selalu siaga dan waspada. Agar suara klakson yang dibunyikan oleh masinis kereta dari kejauhan bisa terdengar.
“Tahu kereta datang itu melihat kode lampu hijau dan suara klakson kereta untuk patokannya,” terangnya
Saat kereta api mulai mendekat, bambu alakadarnya yang dijadikan palang dia turunkan hingga melintang di tengah jalan. Dengan sigap, nenek bersuamikan anggota Linmas ini pun langsung menyetop para pengguna jalan yang hendak menyeberang melintasi rel.
Ketika lintasan kereta dirasa sudah aman, baru kemudian ia menaikan kembali bambu yang diikat dengan tali seadanya itu agar para pengendara bisa melanjutkan perjalanannya.
Baca Juga:Viral Warga Solear Tangerang Duel dengan King Cobra Sepanjang 6 Meter
“Sebenarnya ada rasa takut juga tapi apalagi kereta yang lewat cukup kencang. Tapi mau gimana lagi. Karena sebelum dijaga dulu sering ada kecelakaan. Pengendara motor dan mobil pernah ditabrak kereta,” ungkapnya.
Namun, rasa lelah Maimunah sedikit terobati ketika ada pengemudi yang memberikan uang receh ke dalam wadah yang dia sodorkan ke pengendara yang lewat.
Meski yang diterimanya cuma uang koin lima ratusan dan beberapa lembar uang kertas yang sudah lecak. Baginya Keselamatan para pengguna jalan tetap menjadi prioritas. Entah berapa banyak nyawa yang sudah diselamatkan.
“Nggak nentu sih sehari dapat berapa kalau ramai bisa 30 ribuan ya diambil buat yang jaga aja. Dipakainya untuk keperluan sehari-hari,” ucapnya
Ia juga mengungkapkan, sebelum dijaga oleh warga jalur perlintasan kereta api di kampungnya itu terbilang rawan kecelakaan. Insiden maut yang merenggut nyawa pengendara yang tertabrak kereta api sering terjadi.
Baca Juga:Nyalip Truk Dari Kiri, Pemotor Masuk Kolong Hingga Tewas Terlindas