alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Surat An-Nasr: Bacaan, Arti, Hingga Lokasi Diturunkannya

Hairul Alwan Senin, 20 September 2021 | 16:55 WIB

Surat An-Nasr: Bacaan, Arti, Hingga Lokasi Diturunkannya
ILUSTRASI Surat An-Nasr Para santri sedang membaca Al-quran. [Suara.com/M.Aribowo]

pertanyaan ada berapa ayat dalam surat ini? Bagaimana dengan isi surat tersebut? Di dalam Surat An-Nasr menceritakan tentang peristiwa apa?

SuaraBanten.id - Mungkin tak sedikit dari kita belum mengetaui detail soal Surat An-Nasr. Mulai dari bacaan surat An-Nasr, lalu apakah Surat An-Nasr, hingga dimanakah Surat An-Nasr diturunkan?

Muncul juga pertanyaan apakah Surat An-Nasr termasuk Surat Makiyyah atau Surat Madaniyah?

Tak hanya itu, pertanyaan ada berapa ayat dalam surat ini? Bagaimana dengan isi surat tersebut? Di dalam Surat An-Nasr menceritakan tentang peristiwa apa? Dari pada penasaran, langsung saja simak penjelasannya berikut ini.

Perlu diketahui, Surat An-Nasr diturunkan di kota Madinah, sehingga surat ini termasuk Surat Madaniyah. Surat An-Nasr memiliki 3 ayat dan termasuk dalam salah satu surat terakhir yang diturunkan, yaitu surat ke 110 yang dilansir dari Kemenag. Lantas, surat An Nasr menceritakan tentang peristiwa apa?

Baca Juga: LENGKAP Bacaan Surat An-Nasr, Tulisan Latin dan Arti

Peristiwa yang Diceritakan dalam Surat An-Nasr

Surat An-Nasr menceritakan tentang kisah menyedihkan Rasulullah SAW dan umat Islam. Dikutip dari Tafsir Ibn Katsir Juz' 30 (Part 30) karya Muhammad Saed Abdul-Rahman, An-Nasr merupakan surat terakhir yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Rasulullah SAW.

Ketika Surat An-Nasr diturunkan, sebetulnya umat Islam dalam kondisi berbahagia. Selain berhasil menguasai kembali kota Makkah, Islam juga mulai menunjukkan pengaruhnya di jazirah Arab. Namun, alih-alih Surat An-Nasr menceritakan tentang kemenangan dan kejayaan Islam, ayat ini justru menyelipkan kabar duka.

Surat An-Nasr yang menceritakan kemenangan Islam dan menginformasikan kepergian Rasulullah SAW menghadap Allah SWT, sebetulnya memiliki satu arti penting lainnya di mana ayat ini menegaskan kualitas kepemimpinan Nabi Muhammad SAW.

Jika pemimpin lain ikut merayakan keberhasilan setelah sukses melakukan revolusi, sementara Rasulullah SAW tetap rendah hati dan hidup seperti biasa. Rasulullah SAW justru semakin dekat dengan Allah SWT dan berharap selalu mendapatkan petunjuk Allah SWT.

Baca Juga: Surat An-Nasr: Diturunkan di Mana? Lengkap Peristiwa dan Bacaan Doa Latin serta Artinya

Rasulullah SAW juga semakin hati-hati dan mohon maaf atas semua kesalahan dan ketidaksempurnaan. Perbedaan lain adalah Rasulullah SAW tidak membawa misi sendiri saat berdakwah. Namun, Rasulullah SAW membawa misi dari Allah SWT bukan tujuannya sendiri.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait