alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Rocky Gerung Kritik Yasonna Laoly: Tidak Ada Kesan Wajah Bersalah Soal Kebakaran Lapas

Hairul Alwan Kamis, 09 September 2021 | 16:25 WIB

Rocky Gerung Kritik Yasonna Laoly: Tidak Ada Kesan Wajah Bersalah Soal Kebakaran Lapas
Pengamat Politik dan dosen Universitas Indonesia, Rocky Gerung. (Bidik layar)

Rocky Gerung juga soroti sikap dan pakaian Meteri Yasonna Laoly yang tak mencerminkan kesedihan.

SuaraBanten.id - Pengamat Politik Rocky Gerung kritik Yasonna Laoly saat datangi TKP Lapas Tangerang terbakar. Rocky Gerung kritik Yasonna Laoly menyoroti tidak ada kesan wajah bersalah atas kebakaran Lapas Tangerang yang menewaskan 44 napi.

Rocky Gerung juga soroti sikap dan pakaian Meteri Yasonna Laoly yang tak mencerminkan kesedihan.

“Ngapain menteri datang pakai baju mentereng, kayak koboi. Padahal dia kan bisa datang dengan satu tim lalu ucapkan kesedihan, karena kebakaran itu kelalaian pengawasan. Dan menteri adalah panglima tertinggi dari bencana itu,” kata Rocky di saluran Youtube-nya, dikutip Hops.id-Jaringan Suara.com, Kamis (9/9/2021).

Dalam kesempatan itu, Rocky Gerung heran dengan perangai Yasonna Laoly yang seolah tak merasa bersalah dengan peristiwa itu. Dia juga ikut kembali menyoroti pakaian, dengan menggunakan baju merah khas partainya PDIP, lengkap dengan bintang-bintang, padahal dia sipil.

Baca Juga: Lapas Tangerang Kebakaran, Polda Metro Jaya Periksa 22 Saksi

“Padahal ada standar etik, apalagi dalam situasi seperti ini,” katanya seraya setuju dengan loyalitas pada partai harus lepas ketika negara membutuhkan.

Rocky skak Menteri PDIP

Pada kesempatan itu, dia juga menyinggung raut wajah Menteri Yasonna yang seolah tak merasa bersalah ketika memberi penjelasan.

“Enggak ada kesan wajah merasa bersalah itu, bahkan masih ada rasa sedikit ngeyel begitu,” katanya.

Padahal dalam standar etik dunia, mestinya Menteri Yasonna dinilai patut mundur karena kegagalannya. Sebab sudah jelas terbukti ada prinsip-prinsip sesuatu yang membahayakan. Apalagi sudah menjadi rahasia umum jika sistem infrastruktur penjara di Indonesia overload.

Baca Juga: Tewas Terbakar, Data Antemortem Napi Asal Portugal dan Afsel Diambil DVI RS Polri

Karena overload itupula, lanjut Rocky, bisa saja membuat tindakan nyolong listrik, karena besarnya beban penghuni. Hingga akhirnya menyebabkan kejadian korsleting listrik pada kasus kemarin.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait