alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Wisata Banten: Masjid Baitul Arsy di Kaki Gunung Karang Pandeglang

RR Ukirsari Manggalani Rabu, 01 September 2021 | 22:45 WIB

Wisata Banten: Masjid Baitul Arsy di Kaki Gunung Karang Pandeglang
Warga saat Berkunjung ke Masjid Baitul Arsy di Kaki Gunung Karang, Pandeglang (BantenHits.com/Samsul Fatoni)

Diperkirakan usianya sudah menginjak empat abad.

Konon masjid ini dibangun sekitar 400 tahun lalu, oleh Syekh Ageng Karan, sebagai sarana peribadahan umat Islam kala itu. Selain mendirikan masjid, waliyullah ini juga mendirikan pondok pesantren (Ponpes) di wilayah sama.

Busro juga tidak menampik, jika dirinya tidak tahu persis kapan Masjid Baitul Arsy tersebut dibangun. Sebab ayahnya saja yang meninggal pada usia 120 tidak tahu kapan dibangunnya tepat beribadat ini, namun perkiraan usianya di atas 400 tahun.

"Perkiraan usia masjid ini sudah empat abad," tukas Busro.

Masjid ini sering dikunjungi ulama-ulama kharismatik di Provinsi Banten dan luar Banten. Selain ulama, masjid ini juga kerap didatangi peziarah. Dari sini mereka akan bergeser sowan ke makam Syekh Ageng Karan dan Syekh Rako, yang lokasinya hanya sekitar 500 m dari masjid.

Baca Juga: Wisata Banten: Tugu Peristiwa Tjibaliung Mengenang Joesoef Martadilaga

"Sampai saat ini juga Baitul Arsy masih kerap dikunjungi oleh ulama–ulama kharismatik," tandasnya.

Belum ditetapkan sebagai cagar budaya

Kasi Pelestarian Lingkungan dan Cagar Budaya Disdikbud Pandeglang, Tateng Aji menyebutkan bahwa masjid Baitul Arsy belum ditetapkan sebagai cagar budaya. Alasannya, tidak ada tim ahli yang pernah melakukan penelitian lebih dalam terkait masjid itu.

"Kalau masjid yang berada di Pasir Angin ini (belum) cagar budaya, belum ada ahli yang melakukan penelitian kembali. Ya kami harap masyarakat tetap menjaganya, jangan sampai diubah bentuknya," ungkapnya.

Sedangkan untuk menjaga dan melestarikan bangunan atau benda benda bersejarah, Dindikbud Kabupaten Pandeglang terus melakukan sosialisasi. Salah satunya dengan mengajarkan pentingnya melestarikan cagar budaya di lingkungan sekolah.

Baca Juga: Wisata Bali: Desa Serangan Bertahan di Zona Hijau COVID-19, Warga Patuh Prokes

“Kami selalu melakukan sosialisasi ke setiap sekolah agar selalu menjaga dan melestarikan cagar budaya," tutupnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait