“Khususnya masyarakat Baduy, penjelasannya harus detail, dan info yang sangat dasar sekali. Mereka tidak bisa disamakan dengan desa-desa lainnya. Dan sampai detik ini mereka sudah mengerti kok cara cuci tangan, pakai masker, dan sebagainya.”
Dia membantah kalau pengetesan dan screening di Baduy minim, sehingga bisa mengklaim warga di sana bebas corona. Fakta menampilkan kalau jajaran kesehatan di sana gencar memasang poster sosialisasi, screening, rapid tes massal, dan sebagainya.
“Dan faktanya, memang mereka zero covid sampai saat ini,” katanya.
Ramuan ajaib warga Baduy
Baca Juga:Kendala Sekolah Daring Salah Satu SD Negeri di Mojokerto
Dokter dan juga influencer Dr Tirta Mandira Hudhi turut membenarkan apa yang disampaikan Kepala Puskesmas Cisimeut. Dia memang mengaku telah lama mendengar kabar aneh soal warga Baduy yang bebas covid.
Dari hasil analisa Dr Tirta, di kesempatan yang sama, disebutkan kalau figur ketua adat Baduy memiliki peran sentral dalam menyelamatkan warganya. Inilah salah satu ramuan ajaib mereka memerangi covid.
“Kita perlu kita contoh warga yang sangat terikat kekeluargaannya, hubungan antar manusia, hubungan adat dan ketua adat. Mereka semua patuh, jika ketua adat bicara A, maka semua warga patuh. Maka itu mobilitas warga bisa dikontrol. Mereka juga dikenal selalu menjauhi perdebatan, bagi mereka yang penting jaga kesehatan,” kata dia.
Ramuan ajaib berikutnya, sudah sejak lama mereka selalu meminum jahe-jahean hangat. Itu membantu mereka untuk menguatkan sistem imun mereka.
“Selanjutnya, mereka juga selalu menjauhi gaya hidup bermalas-malasan atau rebahan, inilah salah satu faktor risiko yang meningkatkan comorbid, dan faktor tidak sehat. Beda dengan warga ibu kota besar, kerja selalu pakai AC sentral, sering rebah-rebahan,” katanya.
Baca Juga:Ingat! Mulai 6 Juli, WNI dan WNA dari Luar Negeri Wajib Bawa Sertifikat Vaksin Covid-19
Baginya, poin penting yang bisa dipelajari dari warga Baduy, ternyata justru orang yang patuh dan kompak dan kekuatan adat bisa terbebas dari penyakit.