alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Iming-imingi Handphone, Ibu Asal Pasar Kemis Tangerang Gasak Anting Emas Bocah

Hairul Alwan Minggu, 06 Juni 2021 | 09:55 WIB

Iming-imingi Handphone, Ibu Asal Pasar Kemis Tangerang Gasak Anting Emas Bocah
Ibu pelaku pencuri anting bocah diinterogasi. [IST]

Ibu asal Pasar Kemis Tangerang berhasil gasak anting emas bocah.

SuaraBanten.id - Iming-imingi handphone pada anak di bawah umur. Ibu asal Pasar Kemis Tangerang berhasil gasak anting emas bocah.

Seorang ibu paruh baya bernama Arhati kelabuhi bocah untuk mengambil perhiasan anting yang ia pakai. Ibu paruh baya iming-imingi korban akan dibelikan boneka. Selain boneka, ibu paruh baya janji belikan hanphone.

Diketahui, Ibu paruh baya beraksi di pinggir jalan Kantor Desa Gintung, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Selasa (18/5/2021) lalu.

Kini tersangka sudah berhasil diamankan di rumahnya berlokasi di Kampung Putat, Desa Sindang Sari, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG 6 Juni 2021 Tangerang Banten

“Kami tangkap pada hari Sabtu 29 Mei 2021 setelah melakukan penyelidikan di dapat nama dan alamat jelas pelaku,” ujar Kanit Reskrim Polsek Mauk Polresta Tangerang Iptu I Nyoman Nariana kepada BantenNews.co.id-Jaringan SuaraBanten.id, Sabtu (5/6/2021).

Menurut keterangan pelaku kepada polisi, tindak kejahatan penipuan dan penggelapan tersebut pelaku sudah melakukan sebanyak 5 kali.

“Modusnya sama semuanya,” kata Nyoman.

Nyoman menjelaskan kronologis korban Bunga (nama samaran) berusia 12 tahun bersama temannya sebayanya sedang asik bermain di pinggir jalan dekat rumah berlokasi di Kampung Duri Desa Paku Aam Kecamatan Pakuhaji.

Kemudian, pelaku yang pakai kendaraan sepeda motor matik menghampiri korban dengan modus meminta korban untuk menemani pelaku membeli telpon genggam untuk anaknya. Lalu pelaku mengiming-imingi akan dibelikan juga plus boneka.

Baca Juga: Tokoh NU Kritik Arie Untung, Soal Pernyataan Pintu Surga Tertutup Bagi Warga Indonesia

“Mereka bersedia ikut dan di bonceng oleh pelaku. Kemudian di bawa keliling lalu di turunkan di depan kantor desa gintung dan setelah itu pelaku meminjam anting emas milik dengan alasan untuk contoh buat anaknya pelaku,” papar Nyoman.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait