alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Uang Warga Binuang Serang Raib Rp108 Juta, Gegara Tergiur Investasi Bodong

Hairul Alwan Senin, 24 Mei 2021 | 07:45 WIB

Uang Warga Binuang Serang Raib Rp108 Juta, Gegara Tergiur Investasi Bodong
Ilustrasi investasi bodong. [Shutterstock]

Tergiur iming-iming keuntungan fantastis, korban investasi bodong, Rasijan nyicil tujuh kali investasi ke Nurkholis.

SuaraBanten.id - Uang warga Binuang Serang raib Rp108 juta, gegara tergiur Investasi Bodong.

Tergiur iming-iming keuntungan fantastis, korban investasi bodong, Rasijan nyicil tujuh kali investasi ke Nurkholis.

Namun, saat jatuh tempo pemberian keuntungan, bukannya diberi keuntungan, Nurkholis menghindar bahkan tak merespon komunikasi.

Rasijan merupakan salah satu warga Desa Gembor, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang tak bisa berbuat apa-apa saat menyadari tertipu investasi boong oleh rekannya sendiri, Nurkholis (41).

Baca Juga: Pelaku Gergaji dan Siksa Istri Gegara Tolak Ajakan Mandi Dibekuk

Tersangka, Nurkholis, warga Perumahan TCP, Desa Pelawad, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang diamankan di rumahnya oleh personil Unit Reskrim Polsek Carenang setelah korban melakukan pelaporan.

Dari tersangka Nurkholis, petugas mengamankan barang bukti 1 buah stempel bertuliskan Sahabat Give 4 Dream, wincash coin, 7 lembar kwitansi penerimaan uang serta 7 lembar surat perjanjian.

Kapolres Serang AKBP Mariyono menjelaskan peristiwa dugaan penipuan dan penggelapan ini terjadi di rumah korban di Kecamatan Binuang pada Senin (28/1/2020). Pelaku datang ke rumah korban menawarkan investasi atau menanam modal uang diaplikasi SAHABAT GIVE 4 DREAM.

“Jadi korban ditawari pelaku untuk berinvestasi diaplikasi SAHABAT GIVE 4 DREAM dengan janji akan mendapatkan keuntungan sebesar 48 persen setiap bulannya,” ungkap Kapolres didampingi Kapolsek Carenang, Iptu Samsul Fuad, Minggu (23/5/2021).

Tergiur dengan ucapan pelaku yang akan memberikan keuntungan yang besar, korban Rasijan mengikuti ajakan pelaku dengan menyerahkan sejumlah uang dengan cara bertahap sebanyak 7 kali dengan total keseluruhan mencapai Rp108 juta.

Baca Juga: Kronologis Gubernur Banten Disebut Dalam Kasus Korupsi Dana Hibah Ponpes

“Setiap kali korban menyerahkan uang, pelaku juga menyerahkan kwitansi penerimaan uang disertai surat perjanjian yang isinya persentase keuntungan yang akan didapat korban,” terang Kapolres.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait