alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Agresi Militer Israel ke Palestina, PM Israel Kambing Hitamkan Hamas

Hairul Alwan Minggu, 23 Mei 2021 | 13:15 WIB

Agresi Militer Israel ke Palestina, PM Israel Kambing Hitamkan Hamas
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu [Terkini.id]

Menurut Benjamin Netanyahu mereka mustahil mengirim serangan andai tak ada pihak lain yang memulainya.

SuaraBanten.id - Terkait agresi militer Israel ke Palestina, Perdana Menteri atau PM Israel Kambing Hitamkan Hamas. PM Israel Benjamin Netanyahu menegaskan pihaknya bukan menyerang warga Palestina melainkan teroris Hamas.

Benjamin Netanyahu mengklaim terntara Israel paling bermoral di dunia.

Seluruh tindakan yang dilakukan militer Israel belakangan ini, menurut Benjamin Netanyahu membela diri.

Menurut Benjamin Netanyahu mereka mustahil mengirim serangan andai tak ada pihak lain yang memulainya.

Baca Juga: Kecam Agresi Militer Israel, Wartawan Pandeglang Turun ke Jalan

Oleh karena itu, pada konflik pihaknya dengan Palestina ia menuding bahwa Hamas adalah tokoh antagonis yang sebenarnya.

"Israel tidak memulai konflik ini. Kami diserang tanpa alasan oleh organisasi teroris Hamas yang menembakkan 4 ribu roket ke Ibu Kota kami dan ke kota-kota kami," ujar Benjamin Netanyahu, Sabtu 22 Mei 2021 seperti dikutip Terkini.id-Jaringan Suara.com

Netanyahu lebih lanjut mengungkapkan, tak ada satu pun negara di dunia yang berdiam diri ketika mendapat serangan. Maka dari itu, menurutnya, langkah yang diambil Israel sudah merupakan keputusan tepat.

"Tidak ada negara yang akan berdiam diri ketika diserang dengan cara yang begitu kriminal. Israel tidak berbeda," tegasnya.

Ia pun mengklaim bahwa saat ini pihaknya tidak memerangi penduduk atau warga sipil di Palestina, melainkan Hamas yang menurutnya adalah kelompok teroris.

Baca Juga: Tuding Ulama 212 Bohong, Youtuber Fransiskasari: Kapan Palestina Berjasa?

"Tapi kami melakukan sesuatu yang berbeda. Kami memerangi teroris yang bersembunyi di antara warga sipil di salah satu tempat terpadat di dunia," ungkapnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait