Melihat Sejarah Masjid Agung Banten Karya Arsitektur Cina dan Belanda

Masjid Agung Banten tak terlepas dari karya arsitektur Cina dan Belanda

Hairul Alwan
Selasa, 04 Mei 2021 | 14:15 WIB
Melihat Sejarah Masjid Agung Banten Karya Arsitektur Cina dan Belanda
Wisatawan berfoto dengan latar menara Masjid Agung Banten Lama, Jumat (25/12/20). (Suara.com/ Ahmad Haris)

Dikutip dari laman, Sistem Informasi Masjid (Simas) Kementerian Agama, Bangunan kompleks Masjid Agung Banten memiliki luas tanah 1,3 hektar yang dikelilingi pagar tembak setinggi satu meter. Pada sisi tembok timur dan masing-masing terdapat dua buah gapura dibagian utara dan selatan yang letaknya sejajar.

Bangunan Masjid menghadap ketimur berdiri diatas pondasi masif dengan ketingggian satu meter dari halaman. Bangunan ruang utama berdenah empat persegi panjang dengan ukuran 25 x 19 meter. lantai terbuat dari ubin berukuran 30 x 30 cm berwarna hijau muda dan dibatasi dinding pada keempat sisinya.

Dinding timur memisahkan ruang utama dengan serambi timur. Pada dinding ini terdapat empat pintu (dengan lubang angin) yang merupakan pintu masuk utama. Pintu terletak dengan bidang segi empat dari dinding yang menanjal berukuran 174 x 98 dengan dua daun pintu dari kayu.

Bagian atas pintu berbentuk lengkung setengah lingkaran. Lubang angin pada dinding timur ada dua buah yang mengapit pintu, pintu paling selatan berbentuk persegi panjang dan di dalamnya terdapat hiasan motif kertas tempel, Dinding barat tersebut berhiaskan pelipit rata, penyangga, setengah Iingkaran dan pelipit cekung.

Baca Juga:Awas Copet! Pengunjung Harap Hati-hati di Wisata Ziarah Banten Lama

Dinding sisi utara membatasi ruang utama dengan serambi utama dengan sebuah pintu masuk berbentuk empat persegi panjang ukuran 240 x 125 centimeter, berdaun pintu dua buah dari kayu. Jendela pada dinding utara dua buah dengan dua daun jendela berbentuk segi empat berukuran 180 x 152 centimeter. Sedangkan dinding selatan hanya mempunyai satu pintu yang menghubungkan ruang utama dengan pawestren di dekat sudut barat dinding.

Menara Masjid Agung

Menara yang menjadi ciri khas Masjid Banten terletak di sebelah timur masjid. Menara ini terbuat dari batu bata dengan ketinggian kurang lebih 24 meter, diameter bagian bawahnya kurang lebih 10 meter. Untuk mencapai ujung menara, ada 83 buah anak tangga yang harus ditapaki dan melewati lorong yang hanya dapat dilewati oleh satu orang

Pemandangan di sekitar masjid dan perairan lepas pantai dapat terlihat di atas menara, karena jarak antara menara dengan laut yang hanya sekitar 1,5 kilometer. Dahulu, selain digunakan sebagai tempat mengumandangkan adzan, menara yang juga dibuat oleh Hendick Lucasz Cardeel ini digunakan sebagai tempat menyimpan senjata.

Renovasi dan Pemugaran

Baca Juga:Waspada Copet Wisata Ziarah Banten Lama, pelaku Pake Sorban dan Kerudung

Masjid berdenah empat persegi dan beratap tumpang susun lima ini sejak di bangun telah beberapa kali mengalami perubahan fisik,diantaranya;

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini