SuaraBanten.id - Dosen sekaligus pakar komunikasi Ade Armando menyebut orang yang memaksa perempuan berjilbab merupakan kaum berpikiran sempit.
Pernyataan itu diungkapkan Ade Armando dalam video berjudul 'Mereka yang (Ingin) Melepas Jilbab' yang diunggah Cokro TV, Rabu (14/4/2021).
Ade Armando mengawali pernyataannya dengan mengangkat sebuah kisah tragis seorang mahasiswi yang dipermalukan, dijambak, hingga disebut 'Pelacur' oleh orangtuanya sendiri hanya karena berfoto tanpa menggunakan jilbab.
Foto tersebut diketahui, hanya untuk koleks pribadi mahasiswi tersebut yang disimpan dalam laptopnya.
Baca Juga:Sindir Konten Artis Pamer Harta, Ade Armando: Tak Mikir Kondisi Masyarakat
Ade Armando mengungkapjan kisah yang dialami mahasiswi itu bukanlah satu-satunya kisah penindasan bagi perempuan yang tidak ingin atau belum ingin berjilbab.
Maret lalu, kata Ade Armando, Human Rights Watch meluncurkan sebuah laporan 150 halaman berjudul 'Aku Ingin Lari Jauh: Ketidakadilan Aturan Berpakaian Bagi Perempuan di Indonesia.'
"Laporan itu mendokumentasikan perjalanan para perempuan di beberapa kota di Indonesia yang menolak berjilbab dan akibatnya mengalami perundungan, bullying habis-habisan," ungkap Ade Armando.
Ade Armando mengungkapkan, tekanan untuk berjilbab itu bisa datang dari berbagai penjuru, seperti orangtua, teman, senior, pihak sekolah, atasan, dan lain-lain.
"Ini lazim sekali terjadi pada siswi-siswi yang menempuh pendidikan di Sekolah Negeri," ujar Ade.
Baca Juga:Dikritik Ade Armando, Pamer Bulan Madu Atta Halilintar - Aurel Memalukan
Seorang siswi tidak berjilbab, katanya, akan terus diganggu dengan pertanyaan dari teman-temannya yang menyatakan "Kan berjilbab itu wajib?"
- 1
- 2