Keras! Sidney Jones Sebut Pemerintah Jokowi Obsesi Buktikan FPI Teroris

Sydney Jones merupakan Direktur Institute for Policy Analysis of Conflict.

Pebriansyah Ariefana
Rabu, 31 Maret 2021 | 15:05 WIB
Keras! Sidney Jones Sebut Pemerintah Jokowi Obsesi Buktikan FPI Teroris
Pelaku bom gereja Makassar wanita berdasar. Dia melakukan bom bunuh diri bersama suaminya di Gereja Katolik Hati Yesus Yang Mahakudus atau Katedral Makassar. (ist)

SuaraBanten.id - Pengamat Terorisme Sidney Jones menyebut pemerintah Jokowi obsesi buktikan FPI teroris. Hal itu diucapkan terkait bom bunuh diri bom Gereja Makassar dan penangkapan sejumlah terduga teroris di Condet dan Bekasi.

Sidney Jones merupakan Direktur Institute for Policy Analysis of Conflict. Sidney Jones menilai pemerintah terlalu berobsesi untuk mengaitkan kedua hal tersebut.

"Saya kira sekarang ini seperti ada obsesi pemerintah dengan FPI seolah-olah ini membuktikan bahwa FPI terkait terorisme," ujar Sidney Jones, Rabu (31/3/2021).

Sidney Jones menduga bahwa kecurigaan FPI ada kaitannya dengan terorisme saat itu sempat berkolaborasi dengan Ustadz Basri.

Baca Juga:Kecam Aksi Pasutri Bomber Gereja Makassar, PBB: Keji dan Pengecut!

"Sebetulnya, menurut bahwa beberapa orang, bukan beberapa, tapi ratusan orang Makassar, ikut satu program pembaiatan massal pada bulan Januari tahun 2015, jadi sudah lama ya. Dan pada waktu itu memang ada kolaborasi antara FPI dan Ustadz Basri dan Ustaz Basri yang menjadi pimpin dari pembaiatan itu," papar Sidney Jones.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran (tengah) didampingi jajaran menunjukkan barang bukti saat rilis pengungkapan kasus terduga teroris di wilayah Condet, Jakarta Timur dan Bekasi, Jawa Barat di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (29/3/2021). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran (tengah) didampingi jajaran menunjukkan barang bukti saat rilis pengungkapan kasus terduga teroris di wilayah Condet, Jakarta Timur dan Bekasi, Jawa Barat di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (29/3/2021). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa.

Sidney Jones menilai setelah itu FPI mengambil tindakan untuk menjauhi hal tersebut. Tepatnya 3 bulan setelah kejadian tersebut.

Sidney Jones juga menduga bahwa saat massa pembaiatan tersebut, masih ada anggota FPI yang ingin bergabung dengan ISIS. Kelompok FPI yang bergabung di ISIS, kata Sidney Jones, menjadi aktif di ISIS namun nonaktif di FPI.

"Pada saat itu kelompok FPI yang masih ingin bergabung dengan ISIS sudah bergabung dengan Ustaz Basri, jadi mereka aktif dengan Ustaz Basri tidak dengan FPI setahu saya," jelasnya.

Sidney Jones mengimbau agar masyarakat bisa membedakan antara apa yang terjadi saat pembaiatan massal tersebut dan sifat Daulah Islamiyah yang didirikan di Suriah.

Baca Juga:Densus 88 Perdalam Korelasi Terduga Teroris dengan Ormas Terlarang

"Jadi saya kira harus membedakan apa yang terjadi pada pembaiatan massal pada waktu banyak orang tidak mengerti apa itu ISIS dan bagaimana sifatnya Daulah Islamiyah yang didirikan di Suriah dengan aksi-aksi kemudian," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak