Ketiga, lanjut Andika, environment yang berfokus pada kedatangan wisatawan mancanegara dan domestik Muslim. Apabila wisatawan Muslim cenderung banyak, kata Andika, maka wisatawan Muslim lain akan cenderung lebih nyaman berada di destinasi.
Keempat atau yang terakhir, kata Andika, adalah ketersediaan fasilitas berupa restoran halal, masjid, bandara, hotel dan atraksi. Menurutnya, pelayanan ini penting bagi para wisatawan Muslim untuk dapat tetap berwisata secara bebas dan tetap dapat memenuhi kebutuhan religiusnya selama berwisata.
"Aspek sertifikasi juga menjadi isu global terkait pariwisata ramah muslim, sertifikasi ini menjadi sebuah jaminan dan sumber kepercayaan bagi wisatawan muslim," ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Banten Agus Setiawan dalam sambutannya mengatakan, pihaknya sengaja menggelar dialog tersebut untuk mendapatkan masukan dan berbagi strategi dengan stake holder pariwisata, baik yang konvensional maupun wisata halal, baik di Banten maupun Nasional.
Baca Juga:Evaluasi PPKM Mikro, Ini Pernyataan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy
"Setelah kami pelajari, Banten memiliki potensi pengembangan wisata halal yang baik karena memang basis budaya masyarakatnya yang memang relijius Islami. Oleh karena itu, tidak berlebihan jika kita memproyeksikan wisata halal di Banten," katanya.
Untuk diketahui, hadir baik secara fisik maupun virtual pada acara yang digelar dengan menerapkan protokol kesehatan Covid 19 yang ketat itu, Asisten Staf Khusus Wapres yang Juga Ketua Dewan Pembina Insan Pariwisata Indonesia Guntur Subagja Mahardika, Ketua Komisi III DPRD Banten Gembong R Sumedi dan Ketua MUI Banten AM Romly.
Berikutnya, Rektor Untirta Fatah Sulaeman, Ketua Harian PHRI Ashok Kumar, Dirut PT Banten West Java Tourism Development Poernomo Siswoprasetijo dan Founder & CEO Gaido Grup yang juga M Hasan Gaido.