Panen Raya Lebak Melimpah, Petani : Kami Harap Diserap Bulog Setempat

"Kami berharap panen padi itu diserap gabahnya oleh penampung yang bermitra dengan Perum Bulog setempat," ungkap Sarip

Hairul Alwan
Sabtu, 20 Maret 2021 | 12:05 WIB
Panen Raya Lebak Melimpah, Petani : Kami Harap Diserap Bulog Setempat
ILUSTRASI Panen raya [dok. Walhi Sumsel]

Petani di sini tentu sangat mendambakan bantuan kendaraan Combine, karena pasca panen bisa cepat menjadi gabah.

"Jika menggunakan kendaraan Combine itu hanya lima jam bisa memanen padi seluas satu hektare," katanya menjelaskan.

Ia mengatakan, panen raya ini kebanyakan petani menanam benih varietas unggul dan bersertifikasi hijau dengan masa panen 100-110 hari setelah tanam (HST).

Benih varietas padi yang dipanen itu jenis itu Infari 34 dan Infari 1 karena produktivitasnya cukup tinggi.

Baca Juga:Stok Beras Bulog Berlimpah Tak Tersalurkan, Kenapa Indonesia Malah Impor?

Namun, petani di sini berharap bantuan pupuk bersubsidi dapat dipenuhi saat melaksanakan gerakan tanam, sebab tanam tahun 2020 lalu terjadi kelangkaan.

"Kita panen bulan ini rata-rata produktivitas delapan ton/hektare dan jika harga gabah Rp5.000 perkilogram maka diakumulasikan menghasilkan pendapatan Rp40 juta perhektare," katanya menjelaskan.

Sementara itu, Sarip (50) seorang petani di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak mengatakan bahwa panen Maret 2021 cukup bagus dan tidak terserang hama maupun penyakit tanaman.

Bahkan, dia panen seluas satu hektare bisa menghasilkan sebanyak delapan ton dan jika diakumulasikan menjadi beras bisa mencapai tujuh ton.

Dari tujuh ton itu, kata dia, dirinya menjual beras sebanyak enam ton dengan harga Rp8.000perkilogram, maka bisa menghasilkan Rp32 juta.

Baca Juga:Buwas Sebut Nama 2 Menteri Perintahkan Impor Beras, Susi: Please Fight Pak

Beruntung, panen padi ini tidak dilanda hujan, dipastikan bisa dijemur dan dapat menghasilkan keuntungan,.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini