alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Nasdem Ingatkan Rizieq: Jangan Diplintir, Seolah Jokowi Kriminalisasi Ulama

Agung Sandy Lesmana | Novian Ardiansyah Jum'at, 13 November 2020 | 12:06 WIB

Nasdem Ingatkan Rizieq: Jangan Diplintir, Seolah Jokowi Kriminalisasi Ulama
Habib Rizieq Shihab (HRS) menyapa massa yang menjemputnya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/11/2020). [ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal]

Syarat utama yang perlu dilakukan untuk melakukan rekonsiliasi adalah dengan melakukan dialog.

SuaraBanten.id - Politikus Partai NasDem Achmad Effendy Choirie ikut menanggapi perihal pernyataan Habib Rizieq Shihab yang mengajak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melaksanakan rekonsiliasi

Terkait hal itu, Achmad menganggap, rekonsiliasi tidak perlu dilakukan. Sebab, menurutnya, Jokowi dengan Rizieq tidak memiliki masalah. Ia memandang, kesalahan hanya sebataa klaim Rizieq yang kerap menyalahkan pemerintah.

"Ya memang tidak perlu rekonsiliasi. Memang salahnya Jokowi apa kepada Habib Rizieq?. Rizieq kan karena ulahnya sendiri karena dia selalu menyalahkan pemerintah terus-menerus," kata Choirie kepada wartawan, Jumat (13/11/2020).

Choirie berujar, dalam pandangannya Rizieq tidak pernah melihat kelebihan pemerintah. Rizieq dianggap hanya melihat hal negatif.

"Nah kok ngajak rekonsiliasi terus gimana? Jadi jangan diplintir lagi seolah Jokowi mengkriminalisasi ulama. Itu kan kebohongan yang luar biasa kepada publik," kata Choirie.

"Mengkriminalisasi ulama itu pembalikan fakta yang luar biasa. Berarti kebohongan kepada publik yang luar biasa," sambungnya.

Syarat Rekonsiliasi

Sejak kemarin ramai isu rekonsiliasi antara Habib Rizieq dengan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Walaupun, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sudah menegaskan hubungan pemerintah dengan Rizieq Shihab baik-baik saja.

Terkait rekonsiliasi ini, Imam Besar Fron Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab pun angkat bicara. Ia menegaskan siap rekonsiliasi namun dengan syarat. Syarat utama yang perlu dilakukan untuk melakukan rekonsiliasi adalah dengan melakukan dialog.

Menurut Rizieq, jalan perdamaian mustahil bisa terwujud jika dialog tersebut tidak dibangun antara kedua belah pihak.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait