alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jangan Kebanyakan Susu Rendah Lemak, Ternyata Begini Dampaknya

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni Rabu, 11 November 2020 | 13:22 WIB

Jangan Kebanyakan Susu Rendah Lemak, Ternyata Begini Dampaknya
Ilustrasi susu. (Shutterstock)

Konsumsi minum susu rendah lemak yang berlebihan bisa memicu penyakit parkinson.

SuaraBanten.id - Apakah Anda suka mengonsumsi susu rendah lemak? Rupanya, ada efek samping yang masih jarang diketahui, yakni memicu penyakit parkinson.

Penyakit parkinson disebabkan hilangnya sel saraf di bagian otak yang disebut substansia nigra. Sel saraf di bagian otak ini bertanggung jawab untuk memproduksi bahan kimia dopamin.

NHS mengatakan, dopamin bertindak sebagai pembawa pesan antara bagian otak dan sistem saraf. Hal tersebut membantu mengontrol dan mengoordinasikan gerakan tubuh.

Bila pelepasan dopamin terganggung, kondisi ini bisa menyebabkan berbagai gangguan fisik dan mental yang semakin buruk dari waktu ke waktu.

Sayangnya, saat ini tak ada obat untuk penyakit parkinson atau cara mencegahnya. Namun, penelitian telah menemukan penyakit parkinson ini dipengaruhi faktor genetik, lingkungan dan gaya hidup.

Dalam hal faktor risiko yang dapat dimodifikasi, penelitian menunjukkan bahwa diet mungkin berperan dalam munculnya penyakit parkinson.

parkinson (shutterstock)

Sebuah penelitian dalam jurnal Neurology menyebutkan, orang yang mengonsumsi tiga porsi atau lebih susu rendah lemak setiap harinya lebih mungkin mengalami penyakit parkinson.

Dalam studi itu, para peneliti Harvard menganalisis sekitar 25 tahun data pada 80.736 wanita dan 48.610 pria.

Para peserta menyelesaikan kuesioner kesehatan setiap dua tahun dan kuesioner diet setiap empat tahun. Selama waktu itu juga, sebanyak 1.036 orang diketahui menderita penyakit parkinson.

Para peneliti mengidentifikasi hubungan antara konsumsi susu berlemak penuh dan risiko parkinson. Namun, mereka yang mengonsumsi setidaknya tiga porsi produk susu rendah lemak sehari mempunyai peluang 1 persen untuk mengalami penyakit parkinson selama 25 tahun.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait