Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Video Pasangan Mesum Diarak Warga Bertelanjang Dada, Begini Kronologinya

M Nurhadi Kamis, 03 September 2020 | 14:26 WIB

Video Pasangan Mesum Diarak Warga Bertelanjang Dada, Begini Kronologinya
Ilustrasi perbuatan mesum.

"(Mereka) digerebek warga lalu diarak dan dibawa ke tempat Kepala Jorong Ampang Gadang, ujar Satake.

SuaraBanten.id - Sebuarh rekaman video viral di media sosial karena memperlihatkan seorang wanita bertelanjang dada diarak oleh sejumlah pemuda di pinggir jalan, di Pasaman.

Tidak hanya itu, beberapa anak kecil juga tampak mengiringi wanita tersebut. Dalam video berdurasi 30 detik itu, wanita tersebut tampak berusaha menutupi dadanya dengan pakaiannya yang tidak teratur lagi. Namun, seorang pemuda kemudian menarik pakaiannya itu.

Beberapa kali, wanita tersebut berusaha menutupi bagian tubuhnya agar tidak terlihat massa.

Kabid Humas Polda Sumatra Barat (Sumbar), Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto turut mengomentari video viral yang sudah beredar luas itu.

Menurutnya, peristiwa itu terjadi pada 30 Agustus 2020 lalu sekitar 14.00 WIB di Kampung Ampang Gadang, Jorong Ampang Gadang, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman.

Satake mengatakan, identitas wanita yang diarak warga itu berinisial M, berusia 25 tahun. Menurutnya, wanita itu diarak warga karena tertangkap basah sedang mesum dengan pasangannya berinisial MA (23). Warga setempat juga kerap kali menasehati kedua pasangan tersebut.

Pasangan mesum tersebut sebelumnya telah beberapa kali ditegur oleh massa, tetapi tidak dindahkan. (Mereka) digerebek warga lalu diarak dan dibawa ke tempat Kepala Jorong Ampang Gadang,” ujar Satake seperti dikutip Suara.com dari Padang.com, Kamis (3/9/2020).

Mengetahui hal ini, pihak keluarga sepakat menikahkan pasangan tersebut. Mereka saat ini sudah berstatus sebagai suami-istri. Ninik mamak pun juga menjatuhkan sanksi kepada yang bersangkutan.

Satake juga mengimbau masyarakat untuk tidak main hakim sendiri. Jika menemukan suatu tindak pidana, masyarakat diminta untuk melapor ke polisi terdekat untuk diproses.

Ia juga meminta agar masyarakat tidak menngunggah video tersebut ke internet. Sejumlah video yang telah diunggah di Youtube saat ini telah dihapus.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait