Ziarah Pangeran Jaga Lautan, Wisatawan Keluhkan Pungli Oknum Pulau Cangkir

Pangeran Jaga Lautan yang memiliki nama asli Syekh Waliyuddin merupakan seorang ulama besar asal Banten.

Rizki Nurmansyah
Jum'at, 21 Agustus 2020 | 20:30 WIB
Ziarah Pangeran Jaga Lautan, Wisatawan Keluhkan Pungli Oknum Pulau Cangkir
Pintu masuk Pulau Cangkir, Banten. [Foto: Bantennews.co.id]

Fatur mengaku keberatan karena jadi korban pungli setelah sekira 200 meter dari pintu masuk pertama lokasi wisata ziarah Pulau Cangkir.

"Saya nggak keberatan kalau ada karcis atau bukti pembayaran lain. Ini saya minta malah bilang nggak ada. Lah, saya bingung, duitnya buat apa. Pertanggungjawabannya seperti apa?" keluhnya.

Praktik pungli itu menurutnya sangat membuat wisatawan tak nyaman. Apalagi pungutan tersebut dilakukan di luar kebijakan pemerintah desa setempat.

"Duit 10 ribunya sih nggak masalah, tapi pertanggungjawaban kepada publik seperti apa? Masa orang duduk-duduk aja harus dibayar. Kalau nunggu kendaraan kita sih jelas kerjanya," kata dia.

Baca Juga:Makam Bung Karno Dibuka, Kuncen Takut Tertular Corona dari Peziarah

Ia meminta agar pihak terkait dapat melakukan pembenahan.

Selain dapat menarik wisatawan untuk datang juga dapat membuat nyaman para peziarah yang ingin datang ke Pulau Cangkir.

Makam Pangeran Jaga Lautan

Untuk sekadar diketahui, Pulau Cangkir menjadi salah satu objek wisata ziarah di Banten yang banyak dikunjungi warga karena di dalamnya terdapat makam Pangeran Jaga Lautan.

Pangeran Jaga Lautan yang memiliki nama asli Syekh Waliyuddin merupakan seorang ulama besar asal Banten.

Baca Juga:Kawasan Wisata Kesultanan Banten Kembali Dibuka untuk Umum

Makam Pangeran Jaga Lautan di Pulau Cangkir, Banten. [Instagram]
Makam Pangeran Jaga Lautan di Pulau Cangkir, Banten. [Instagram]

Berdasarkan silsilahnya, Syekh Waliyuddin merupakan anak dari Syekh Maulana Hasanuddin, pendiri Kesultanan Banten.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini