Indeks Terpopuler News Lifestyle

Akun WA Ketua Bawaslu Pandeglang Dibajak, Peras Pejabat hingga Rp 15 Juta

Rizki Nurmansyah Rabu, 12 Agustus 2020 | 16:21 WIB

Akun WA Ketua Bawaslu Pandeglang Dibajak, Peras Pejabat hingga Rp 15 Juta
Aplikasi WhatsApp (WA). [Shutterstock]

Ade mengaku tidak bisa mengakses WA sejak kemarin malam. Secara tiba-tiba aplikasi WA-nya menghilang.

SuaraBanten.id - Aksi penipuan dengan membajak atau meng-hack nomor aplikasi WhatsApp terjadi di Pandeglang. Kali ini korbannya Ketua Bawaslu Pandeglang Ade Mulyadi.

Akun WA Ketua Bawaslu Pandeglang dibajak untuk memeras sejumlah pejabat di lingkungan Bawaslu Banten dan anggota Polres Pandeglang.

Terkait ini, Ade mengaku tidak bisa mengakses WA sejak kemarin malam. Secara tiba-tiba aplikasi WA-nya menghilang.

"Tiba-tiba WA ini hilang aplikasinya enggak bisa dibuka, makanya ketika saya lihat di SMS itu ada kode verifikasi kode. Cuma persoalannya kode verifikasi itu nggak pernah diberikan ke siapa pun," kata Ade saat ditemui Suarabanten.id di Kantor Gakkumdu, Rabu (12/8/2020).

Tak lama kemudian, ternyata nomornya digunakan untuk memeras sejumlah pejabat baik di kalangan Bawaslu Pandeglang dan Provinsi Banten, KPU hingga ke anggota Polri.

Dalam pesan yang dikirim, pembajak meminta uang hingga Rp 15 juta termasuk pulsa.

"Teman-teman yang di provinsi banyak yang nerima WA itu. Termasuk teman-teman Polres, Ketua KPU Pandeglang dan anggota Panwascam Cadasari," ujarnya.

Kendati belum mendapatkan laporan adanya orang yang mengirimkan uang dengan mengatasnamakan dirinya. Ade tetep khawatir ada saja teman-temannya percaya dengan pesan yang dikirimkan pembajak.

"Banyak juga WA itu dipakai melakukan permintaan uang sampai pulsa. Saya khawatir ada yang percaya dengan itu. Sehingga memberikan pulsa atau uang ke rekening yang sudah dikirimkan via WA," ujar Ade cemas.

Kasus tersebut sudah ia sampaikan ke Kapolres Pandeglang untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait