Pengangguran di Banten Paling Tinggi, Didominasi Lulusan SMK

Ada sekitar 13,03 persen pengangguran disumbangkan lulusan SMK.

Dwi Bowo Raharjo
Rabu, 06 November 2019 | 10:59 WIB
Pengangguran di Banten Paling Tinggi, Didominasi Lulusan SMK
Ilustrasi para pencari kerja. Rabu (24/1).

SuaraBanten.id - Pengangguran di Provinsi Banten meningkat tajam dan berada di urutan pertama. Untuk secara nasional Banten saat ini berada diangka 8,11 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pengangguran di Banten pada periode Agustus 2019 paling tinggi se-Indonesia. Banten jadi daerah paling buncit dibandingkan provinsi lain dengan tingkat pengangguran sebesar 8,11 persen. Angka tersebut didominasi lulusan SMK.

Kepala BPS Banten Adhi Wiriana menuturkan, pada Agustus 2019 ada 5,56 juta penduduk bekerja di daerah ini dan naik sekitar 230 ribu pekerja dibandingkan pada Agustus tahun 2018. Pada periode yang sama, ia menyebut terjadi penurunan pengangguran dari 8,52 persen menjadi 8,11 persen.

Meski demikian, angka 8,11 persen jadi yang tertinggi dibandingkan angka pengangguran nasional sebesar 5,28 persen. Sebanyak 490,8 ribu orang di Banten artinya pengangguran.

Baca Juga:Viral Pemuda Tahan Tangis, Minta Keadilan saat Audiensi Pengangguran

“Angka pengangguran di Banten menempati peringkat pertama terbesar nasional,” kata Adhi seperti diberitakan bantennews.co.id - jaringan Suara.com di Kawasan Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Serang, Selasa (5/11/2019) kemarin.

Adhi menenerangkan, pengangguran di Banten juga didominasi oleh lulusan SMK dibandingkan jenjang pendidikan lain. Ada sekitar 13,03 persen pengangguran disumbangkan lulusan SMK.

Pengangguran terbanyak kata Adhi, terjadi di Kabupaten Serang. Totalnya mencapai sebesar 10,54 persen dan disusul Kabupaten Tangerang.

Selain itu, daerah yang mengalami peningkatan jumlah pengangguran terjadi di Pandeglang yang pada periode Agustus 2018 sebesar 8,33 persen menjadi 8,71 persen.

Menurutnya ada beberapa penyebab angka pengangguran Banten jadi yang tertinggi. Pertama, Adhi menilai pada Februari-September daerah ini mengalami kemarau panjang. Hal ini mengakibatkan petani menganggur karena tidak bisa menanam karena pasokan air yang kurang.

Baca Juga:Pengangguran Nekat Curi Motor Tetangga di Tambora

Kedua, ada beberapa industri yang merumahkan karyawan dan peralihan industri yang mengakibatkan jumlah pengangguran bertambah. Salah satunya, perumahan karyawan di Krakatau Steel (KS) dan tutupnya perusahaan Sandratex di Tangerang Selatan.

“Peralihan indusri di Tangsel pindah, Sandratex tutup mengakibatkan angka pengangguran (Banten) meningkat,” kata Adhi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak