Juru Parkir Bantah Aksi Begal Payudara di Bintaro Dilakukan Berkelompok

Bangun Santoso
Juru Parkir Bantah Aksi Begal Payudara di Bintaro Dilakukan Berkelompok
Ilustrasi begal dada perempuan atau begal payudara. [Facebook/Info Cegatan Jogja]

"Tidak ada. Mana mungkin kami nyari uang di sini terus berbuat itu (begal payudara) di sini," kata

Suara.com - Rekan pak ogah atau juru parkir di persimpangan jalan, menyebut jika pelaku begal payudara di Bintaro, Tangerang Selatan hanya oknum yang tengah iseng. Sebab, dalam sehari pak ogah di putaran Sektor 9, Kelurahan Pondok Jaya, selalu bergantian.

AM dan I, dua pak ogah yang kini diburu polisi rupanya melakukan aksi tidak senonoh itu bukan berkelompok. Nanang, seorang juru parkir di kawasan tersebut menyebut aksi keduanya tidak direncanakan.

"Tidak ada. Mana mungkin kami nyari uang di sini terus berbuat itu (begal payudara) di sini," kata salah satu juru parkir persimpangan di Bintaro, Nanang saat dijumpai Suara.com di depan Indomart Sektor 9, Kamis (15/8/2019).

Namun begitu aksi dari kedua orang yang merupakan teman satu kampungnya rupanya membuat juru parkir di kawasan tersebut geram. Terlebih lagi akibat ulah kedua temannya itu polisi mondar mandir ke kawasan itu.

"Kalau saya ketemu mungkin saya yang gulung (mukulin). Kami jadi korban di sini, karena kami cari uang untuk orang rumah," katanya.

Nanang bercerita, semenjak kejadian yang heboh di media sosial ini ramai rupanya dia dan tiga orang temannya kerap dimintai keterangan oleh polisi. Bahkan, polisi yang memburu AM dan I ini juga mengajak juru parkir untuk mencari keduanya.

"Saya waktu itu diajak muter-muter nyari mereka. Saya ajak ke rumahnya, dan emang orangnya sudah gak ada. Terus teman saya juga tiga orang sama diajak muter sama pak polisi," kata Nanang.

Menurut Nanang, dari sekian juru parkir lainnya yang ada di wilayah ini, mayoritas sudah memiliki keluarga. Hal itu membuat mereka hanya fokus mencari uang.

"Kebanyakan udah keluarga dan kami cuma cari uang, bukan buat yang enggak-enggak. Kalau mereka berdua kemarin gak tau kenapa bisa melakukan itu," katanya.

Bahkan menurut Nanang, keluarga dari kedua pelaku juga tidak menyangka aksi tidak terpuji itu dilakukan AM dan I. Terlebih lagi kini anak mereka masih kecil.

"Istrinya nangis kemarin pas polisi nyari ke rumahnya. Saya gak enak kalau ngajak ke rumahnya, karena mereka masih belum mau ketemu orang lain," ucap Nanang saat diminta untuk mengantar Suara.com ke rumahnya di kawasan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.

Sementara itu menurut pengakuan Ulan, warga sekitar, aksi dari juru parkir tersebut memang baru pertama ia dengar. Padahal dirinya mengaku kerap mondar mandir putaran tersebut.

"Belum pernah dengar. Kalau saya paling hanya di godain kalau lewat, tapi enggak pernah sampai megang," ujarnya.

Masih pengakuan Nanang, pelaku begal payudara di putaran atau U-Turn Sektor 9 saban hari raup uang Rp 100 ribu perjam. Uang tersebut diperoleh dari hasil mengatur kendaraan yang berputar.

"Setiap jam ganti. Kalau disitu bisa dapat Rp 100 ribu perjam nah nanti dibagi dua, jadi per orang bisa dapat Rp 50 ribu perjam," ujarnya.

Namun begitu, kata Nanang, aksi dari kedua rekannya itu mungkin dilandasi dari pengaruh alkohol. Dirinya tidak menampik jika kesehariannya banyak rekannya yang menenggak minuman beralkohol.

"Ya mungkin karena sedang mabok. Ya tapi nggak semua di situ pada mabok, saya juga nggak kepikiran mereka seperti itu," ujarnya.

Namun begitu, salah seorang warga sekitar Ulan mengaku meskipun banyak meresahkan, adanya pak ogah di bilangan itu banyak membantu pengendara. Terlebih lagi jarang petugas lalulintas yang mengatur di wilayah itu.

"Kadang membantu juga. Karena memang tidak ada petugas lalin di situ," ujarnya.

Kontributor : Muhammad Iqbal

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS