Mahalnya Tarif Parkir di Situs Kesultanan Banten, Siapa yang Bermain?

Chandra Iswinarno
Mahalnya Tarif Parkir di Situs Kesultanan Banten, Siapa yang Bermain?
Kawasan Banten Lama atau Situs Kesultanan Banten, Kota Serang. [Suara.com/Yandhi Deslatama]

Berdasar penuturan Sibli, banyak oknum dan orang titipan pejabat di Pemkot Serang yang 'bermain' di lahan parkir.

Suara.com - Ramai pemberitaan mengenai tarif tiket parkir yang mahal di Situs Kesultanan Banten menjadi buah bibir di media sosial. Bayangkan saja, untuk parkir kendaraan roda dua dikenakan tarif Rp 5 ribu.

Persoalan tersebut tentunya merugikan pengunjung yang menggunakan kendaraan roda dua ke situs bersejarah di Banten tersebut. Untuk mencari tahu ihwal tersebut, Suara.com berupaya menyusurinya dari lokasi parkir sepeda motor yang berada di samping Museum Banten.

Saat memasuki area parkir tersebut, seorang pemuda setempat mengarahkan pengunjung parkir di sebuah taman. Saat keluar dari parkiran, pengguna jasa dimintai tarif Rp 5 ribu untuk satu sepeda motor.

Namun, tiket parkirnya berbeda dari yang beredar luas di medsos dan pemberitaan. Kertas parkirnya berwarna putih dan tidak ada tulisan Dishub Kota Serang serta nominal tarif parkirnya.

Setelah dari lokasi parkir yang pertama, Suara.com menuju lokasi kedua kantong parkir yang berada di pintu gerbang pertama Benteng Surosowan. Pada lokasi tersebut, berdiri pos penjagaan Dishub Kota Serang dan sebuah portal. Meski begitu, warga masyarakat terlihat bebas meminta uang dari pengunjung, tanpa alasan yang jelas.

Persoalan tersebut mulai sedikit terkuak, ketika Suara.com menemui seseorang bernama Sibli. Kepada Suara.com, Sibli mengaku sebagai Kepala Satgas Banten yang turut mengelola lahan parkir. Dari pengakuan Sibli, dikemukakan tarif tiket motor sebenarnya hanya Rp 3 ribu.

"Motor Rp 3 ribu, mobil Rp 5 ribu, retribusi. Kalau (tiket parkir) yang warna biru itu kartu Dishub (Kota Serang), yang diresmikan Dishub punya Haji Munib, karcisnya menginduk ke Haji Munib, setorannya ke sana, warga biasa, orang dekatnya Wali Kota (Serang)," kata Sibli saat ditemui di kediamannya yang berada di belakang Masjid Agung Kesultanan Banten, Rabu (12/06/2019).

Bagi warga, Munib bukanlah nama asing. Ia dikenal sebagai orang dekat Walikota Serang, Safrudin dan dipercaya 'mengelola' parkiran di dua lokasi, yakni Terminal Sukadiri dan Terminal Kebalen.

Berdasar penuturan Sibli, banyak oknum dan orang titipan pejabat di Pemkot Serang yang 'bermain' di lahan parkir.

"Parkiran Mobil dikelola Haji Munib. Kalau parkir mobil ada tiga (lokasi), yang resmi ada satu (pengelola), (megang) terminal Sukadiri sama Kebalen, parkiran mobil," ujarnya.

Kontributor : Yandhi Deslatama

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS