SuaraBanten.id - Adit (34), tetangga bocah berinisial KZA (10) yang dipasung di Tangerang Selatan (Tangsel) mengaku tidak ada perlakuan aneh dari orang tua KZA. Warga tersebut mengaku tidak pernah mendengar keributan atau tindak kekerasan yang dilakukan orang tua KZA.
Kesehariannya, Adit mengaku cukup dekat dengan KZA. Lelaki yang tinggal hanya berjarak satu petak kontrakan dari KZA ini mengaku kerap dikunjungi bocah tersebut. KZA mampir ke tempat tinggal Adit untuk tidur atau menumpang mandi dan tidur.
"Enggak ada yang aneh ya, anaknya yang itu (KZA) suka mampir buat main, numpang tidur atau mandi, ujar Adit di deretan kontrakan KZA, Kelurahan Setu, Tangsel, Jumat (15/3/2019).
KZA tinggal bersama kedua orang tuanya di sebuah kontrakan berukuran 4x5 meter. Kondisinya cukup kotor. Terlihat sampah dan beberapa alat memasak menumpuk di depan pintu rumahnya. Bahkan saat disambangi terlihat beberapa ekor tikus berlarian diantara tumpukan sampah.
Baca Juga:Tunjuk Rionny Mainaky Jadi Pelatih Tunggal Putri, Ini Pertimbangan PBSI

Adit mengaku sudah tinggal disebelah kontrakan KZA selama satu tahun. Menurutnya, Ayah KZA, Suhun adalah orang yang tertutup. Hanya beberapa kesempatan Adit bisa berbincang dengan Suhun.
Ia juga menyebut Suhun jarang pulang karena harus menjaga istrinya yang sedang terbaring di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangsel karena diabetes."Kita jarang ngobrol sih, dia lagi sering di rumah sakit jagain istrinya," kata Adit.
Fatimah (58) pemilik warung dekat rumah KZA menyebut Suhun dan keluarganya sering berpindah-pindah tempat tinggal. Mereka berpindah dari satu kontrakan ke kontrakan lainnya di sekitar kecamatan Setu, Tangsel.
"Mereka sering pindah-pindah kontrakannya, sebelumnya pernah di daerah Viktor, sekarang di belakang material," jelas Fatimah.
Baca Juga:Pasca Romahurmuziy Ditangkap KPK, Kepala Kanwil Kemenag Jatim 'Hilang'