Andi Ahmad S
Kamis, 24 September 2026 | 20:06 WIB
Sebanyak 120 SD dan SMP di Kota Cilegon mengelola sampah di sekolah [Hairul Alwan / SuaraBanten]
Baca 10 detik
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk dan Yayasan Bakti Barito memperluas program pengelolaan sampah ke 120 SD dan SMP di Kota Cilegon pada tahun 2025.
  • Program KOLASE memfasilitasi pelajar dan guru untuk memilah sampah di sekolah serta menghubungkannya dengan 11 mitra bank sampah lokal.
  • Inisiatif ini bertujuan mengurangi timbulan sampah di TPA, membangun budaya peduli lingkungan, dan memperkuat ekosistem ekonomi sirkular Kota Cilegon.

SuaraBanten.id - Sebanyak 120 SD dan SMP di Kota Cilegon mengelola sampah di sekolah melalui program Kolaborasi Ekonomi Sirkular Kelola Sampah di Sekolah yang diinisiasi PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group), dan Yayasan Bakti Barito.

Ratusan sekolah yang dilibatkan dalam pengolahan sampah ini merupakan perluasan hasil replikasi dari pelaksanaan KOLASE yang telah dijalankan sejak 2023 di 20 sekolah di Kota Cilegon.

Program pengolahan sampah Chandra Asri ini mendorong pelajar dan guru memulai pengelolaan sampah, pemilahan, sekaligus memperkuat keterhubungan antara sekolah dan bank sampah agar sampah yang dipilah dapat dikumpulkan dan dikelola lebih lanjut.

Program tersebut didukung dengan fasilitas drop box sampah terpilah dan alat pres sampah untuk membantu proses pemilahan dan pengumpulan di lingkungan sekolah.

Sejak pelaksanaanya pada 2023, KOLASE terus dikembangkan untuk memperluas keterlibatan sekolah dalam pengelolaan sampah. Pada 2025, program ini telah dilaksanakan di 20 sekolah dan berhasil mengelola 35 ton sampah bersama mitra bank sampah.

Capaian tersebut menjadi salah satu dasar bagi perluasan KOLASE ke ke lebih banyak sekolah di Kota Cilegon, sekaligus menunjukkan potensi sekolah sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah yang dimulai dari sumber.

Perluasan program ini juga memperkuat peran sekolah sebagai bagian dari ekosistem pengelolaan sampah di tingkat kota. Melalui KOLASE, pelajar, guru dan warga sekolah terlibat dalam pemilahan sampah dari sumber.

Sementara bank sampah berperan dalam pengumpulan dan pengelolaan material yang telah dipilah untuk masuk ke rantai pemanfaatan.

Wali Kota Cilegon, Robinsar mengungkapkan, persoalan sampah merupakan tantangan pembangunan yang harus dihadapi bersama. Kota Cilegon menilai adanya urgensi mengubah cara pandang terhadap sampah dengan mengelolanya sejak dari sumber.

"Melalui pemilahan, pemanfaatan kembali, hingga pengoptimalan nilai ekonominya. Kota Cilegon terus mendorong upaya pengelolaan sampah sekaligus membangun kebiasaan dan budaya baru dalam memperlakukan sampah," kata Robinsar.

Baca Juga: PAN Cilegon Bidik Kursi Ketua DPRD dan Wali Kota, Yandri Susanto Dorong Dede Rohana Maju 2029

Kata Robinsar, sekolah menjadi tempat yang tepat untuk memulai perubahan tersebut karena merupakan ruang untuk membentuk karakter dan kebiasaan sejak dini. Ia juga mengungkapkan target sampah yang terkelola dengan baik di Kota Cilegon melalui program tersebut.

Direktur Legal, Hubungan Eksternal, dan Ekonomi Sirkular Chandra Asri Group, Edi Rivai menjelaskan, sebagai pelaku industri di Kota Cilegon, Chandra Asri Group melihat pentingnya kolaborasi yang mendorong praktik pengelolaan sampah mulai dari sumbernya.

"Melalui KOLASE kami mendukung sekolah untuk membangun praktik pemilahan sekaligus memperkuat keterhubungan dengan bank sampah, sehingga sampah yang telah dipilah dapat dikelola secara lebih baik dan memiliki peluang untuk kembali memberikan nilai," paparnya.

Dengan melibatkan 120 sekolah, KOLASE memiliki potensi untuk memperluas praktik pemilahan sampah kepada lebih banyak warga sekolah, memberikan manfaat ekonomi dengan pelibatan 11 mitra bank sampah, sekaligus mengurangi timbulan sampah yang berakhir di TPA.

"Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari upaya bersama, memperkuat ekosistem ekonomi sirkular di Kota Cilegon. Sebagai Mitra Pertumbuhan, Chandra Asri Group akan terus mendorong kolaborasi dan memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat." tambah Edi.

Sejalan dalam upaya tersebut, Chandra Asri Group dan Yayasan Bakti Barito turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan KOLASE yang dinisisasi oleh DLH Kota Cilegon.

Load More