- Pemerintah Kota Tangerang membentuk tim lintas sektor untuk menangani masalah anak putus sekolah melalui program Gampang Sekolah.
- Berbagai perangkat daerah dan wilayah bekerja sama melakukan pendataan, verifikasi, serta kunjungan langsung ke rumah warga.
- Dinas terkait memberikan solusi sosial, administrasi kependudukan, perlindungan anak, serta peningkatan mutu dan keamanan lingkungan sekolah.
SuaraBanten.id - Pemerintah Kota Tangerang, Provinsi Banten, mengambil langkah nyata untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak atas pendidikan.
Melalui pembentukan tim lintas sektor, berbagai perangkat daerah hingga kewilayahan dirangkul untuk menginventarisir Anak Tidak Sekolah (ATS) agar mereka dapat kembali belajar sesuai kebutuhan masing-masing.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, menegaskan bahwa penanganan ATS memerlukan sinergi menyeluruh.
Oleh karena itu, kolaborasi ini dirancang agar intervensi di lapangan berjalan efektif dan menyasar langsung akar permasalahan.
Tim tersebut akan melibatkan sejumlah perangkat daerah di antaranya Bappeda, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Disdukcapil, Diskominfo dan DP3AP2KB. Perangkat kewilayahan juga memiliki peran penting karena menjadi ujung tombak dalam proses validasi data dan pelaksanaan intervensi di lapangan.
Ia menjelaskan, masing-masing perangkat daerah memiliki peran sesuai dengan kewenangan. Bappeda berperan dalam koordinasi perencanaan dan kebijakan lintas sektor, sementara Dinas Pendidikan memastikan akses serta mutu pendidikan.
”Dinas Sosial turut berperan dalam melihat akar persoalan sosial ekonomi keluarga. Sementara Dukcapil membantu menyelesaikan kendala administrasi kependudukan yang dapat memengaruhi akses anak terhadap layanan pendidikan,” kata Wahyudi.
Dia menambahkan, di tingkat kewilayahan, kelurahan dan kecamatan akan diperkuat dalam proses verifikasi. Operator sekolah juga dilibatkan untuk mencocokkan data dengan kondisi faktual di lapangan.
Langkah tersebut dilakukan agar pemerintah memiliki gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi anak sekaligus dapat menentukan bentuk intervensi yang sesuai.
Baca Juga: Kemeriahan Ngeropok, Saat Berkah Panjang Mulud Melimpah di Lopang Serang
”Penanganan tidak berhenti pada proses pendataan. Pemkot Tangerang juga menyiapkan pendekatan langsung melalui home visit dengan melibatkan perangkat kewilayahan. Pendekatan tersebut dilakukan untuk memberikan edukasi kepada keluarga sekaligus memahami kendala yang membuat anak tidak melanjutkan pendidikan,” papar Wahyudi.
Selain memperluas akses pendidikan, intervensi juga diarahkan pada peningkatan mutu dan penciptaan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Pemkot Tangerang mendorong pembelajaran mendalam, pembiasaan positif serta penguatan sekolah ramah anak sebagai bagian dari upaya menjaga keterikatan anak dengan sekolah.
DP3AP2KB juga memiliki peran dalam memberikan perlindungan dan pencegahan pernikahan dini, termasuk pendampingan psikologis bagi anak yang menghadapi trauma, kekerasan maupun persoalan lainnya.
”Dari sisi tata kelola, Pemkot Tangerang akan memperkuat dashboard monitoring terpadu dengan melakukan sinkronisasi data pendidikan, administrasi kependudukan dan data kesejahteraan sosial. Integrasi tersebut diharapkan dapat menjadi basis dalam menentukan kebijakan dan intervensi secara lebih tepat,” kata Wahyudi.
Melalui pembentukan tim lintas sektor, Pemkot Tangerang berkomitmen memperkuat ekosistem pendidikan melalui program Gampang Sekolah. "Pemerintah juga akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan intervensi berjalan berkelanjutan dan setiap anak tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan," katanya. [Antara].
Berita Terkait
-
Kemeriahan Ngeropok, Saat Berkah Panjang Mulud Melimpah di Lopang Serang
-
Crazy Rich Cilegon Bagi-bagi Durian ke Ratusan Anak Yatim di Momen HUT PAN ke-28
-
Serang Dihebohkan Kehadiran Verrell Bramasta dan Edison Sitorus
-
47 Warga Tangerang Kini Punya Rumah Lebih Layak Berkat Program Bebenah Kampung
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan
-
Seorang Nelayan di Pandeglang Tewas Mengenaskan Usai Rumahnya Meledak Diduga Karena Bom Ikan
-
Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik
-
Masih Banyak Anak Putus Sekolah di Tangerang?
-
Ribuan Sopir Angkot Blokade Jalur Serang - Merak, Akses Industri Lumpuh Total