Andi Ahmad S
Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:38 WIB
Ilustrasi lautan kendaraan bermotor atau Ribuan Sopir Angkot Blokade Jalur Serang-Merak, Akses Industri Lumpuh Total. [Suara.com/Gemini Ai]
Baca 10 detik
  • Koalisi Masyarakat Bojonegara Puloampel memblokade jalur Serang-Merak pada Rabu, 26 Agustus 2026, hingga melumpuhkan akses industri.
  • Massa menyampaikan tiga tuntutan kepada pemerintah, yaitu menjalankan Keputusan Gubernur, menghentikan tambang rusak lingkungan, dan mendatangkan perwakilan kementerian pusat.
  • Polres Cilegon mengerahkan personel untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa serta mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas.

SuaraBanten.id - Aksi nekat Koalisi Masyarakat Bojonegara Puloampel (KMBP) memarkir belasan angkutan kota secara melintang di depan SMP Negeri 1 Bojonegara, Kabupaten Serang, Rabu (26/8/2026).

Langkah drastis ini sukses menyulap jalur vital Serang-Bojonegara hingga Merak menjadi parkiran raksasa dan memutus total nadi transportasi kawasan industri serta pemukiman warga.

Suasana di lapangan sempat memanas dan diwarnai adu mulut sengit antara petugas kepolisian dan koordinator lapangan saat aparat berupaya keras menyingkirkan armada angkot demi membuka akses jalan. Meski tensi tinggi sempat menyelimuti lokasi, situasi perlahan berhasil dikendalikan.

Di balik aksi penutupan jalan ini, terkandung amarah dan tuntutan tegas dari para pengemudi. Rafa, salah satu orator aksi, menyuarakan tiga poin utama yang menjadi alasan penutupan jalan tersebut.

Salah seorang peserta aksi, Rafa, mengatakan massa membawa tiga tuntutan utama. Pertama, mereka mendesak pemerintah segera menjalankan Keputusan Gubernur terkait aturan operasional di wilayah Bojonegara dan Puloampel.

“Kami menuntut kejelasan implementasi Keputusan Gubernur terkait aturan operasional di wilayah Bojonegara dan Puloampel,” kata Rafa, dilansir dari Bantennews -jaringan Suara.com.

Tuntutan kedua, massa meminta pemerintah menghentikan seluruh aktivitas pertambangan yang mereka nilai merusak lingkungan dan merugikan masyarakat sekitar.

Tak hanya itu, KMBP juga mendesak pemerintah pusat mengirimkan perwakilan kementerian terkait untuk turun langsung dan melihat kondisi di lapangan.

“Kami mengharapkan perwakilan kementerian terkait dari pusat turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil wilayah kami,” ujarnya.

Baca Juga: Kemeriahan Ngeropok, Saat Berkah Panjang Mulud Melimpah di Lopang Serang

Sementara itu, Polres Cilegon mengerahkan personel di sejumlah titik untuk mengawal aksi dan mencegah gangguan keamanan meluas.

Wakapolres Cilegon Kompol Mochamad Ridzky Salatun mengatakan polisi tetap menjamin hak masyarakat menyampaikan aspirasi, namun meminta massa tidak mengganggu ketertiban umum.

“Hari ini kita melaksanakan pengamanan aksi unjuk rasa dari KMBP Tegak Lurus. Fokus kita adalah menjaga keamanan dan jangan sampai kegiatan tersebut mengganggu ketertiban masyarakat,” jelasnya.

Kepala Bagian Operasi Polres Cilegon AKP Chairul Anam menambahkan, kelancaran arus lalu lintas menjadi salah satu fokus utama selama aksi berlangsung. Polisi menyiapkan langkah antisipasi jika massa kembali menutup jalan dari kedua arah, termasuk rekayasa lalu lintas.

Polisi memusatkan pengamanan di dua lokasi, yakni kawasan PT SMI/BAM dan titik kumpul di HK Aspal Beton. Aparat mengedepankan langkah persuasif dan profesional sambil mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan.

Load More