Ronald Seger Prabowo
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:33 WIB
Ilustrasi. Sebanyak 47 warga menjadi penerima manfaat Program Bebenah Kampung Renovasi Rumah Tidak Layak Huni yang dilaksanakan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. [Suara.com/dok]
Baca 10 detik
  • Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia merampungkan renovasi 47 rumah tidak layak huni di Desa Rawa Burung dan Desa Belimbing, Kabupaten Tangerang.
  • Program Bebenah Kampung diserahkan kepada warga melalui penyerahan kunci simbolis untuk menciptakan hunian yang aman, sehat, dan nyaman.
  • Penerima manfaat bernama Mamat merasakan langsung dampak perbaikan berupa atap yang tidak bocor serta fasilitas kamar mandi memadai.

SuaraBanten.id - Kebahagiaan dirasakan puluhan keluarga di Desa Rawa Burung dan Desa Belimbing, Kabupaten Tangerang, Banten. Rumah yang sebelumnya kurang layak kini telah selesai diperbaiki dan bisa ditempati dengan lebih nyaman.

Sebanyak 47 warga menjadi penerima manfaat Program Bebenah Kampung Renovasi Rumah Tidak Layak Huni yang dilaksanakan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Rinciannya, sebanyak 25 penerima manfaat berasal dari Desa Rawa Burung dan 22 lainnya merupakan warga Desa Belimbing.

Rampungnya renovasi ditandai dengan serah terima rumah kepada para keluarga penerima manfaat. Penyerahan kunci secara simbolis menjadi salah satu momen yang paling ditunggu dalam kegiatan tersebut.

Perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Edisheen mengatakan, program tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat yang masih membutuhkan hunian lebih layak.

“Program Bebenah Kampung merupakan bagian dari kepedulian sosial Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia kepada masyarakat. Kami ingin rumah yang direnovasi benar-benar memberikan manfaat bagi kehidupan keluarga penerima,” ujar Edisheen.

Dia menjelaskan, rumah yang aman dan sehat memiliki peran penting terhadap kualitas kehidupan sebuah keluarga.

Karena itu, program renovasi tidak sekadar ditujukan untuk memperbaiki struktur bangunan, tetapi juga menciptakan tempat tinggal yang lebih nyaman sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap bantuan ini tidak hanya dipandang sebagai pembangunan fisik rumah. Yang ingin kami bangun juga adalah kepedulian, kebersamaan, dan harapan baru bersama masyarakat,” kata Edisheen.

Baca Juga: Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Manfaat renovasi langsung dirasakan warga.

Mamat, salah seorang penerima manfaat, mengaku kondisi rumahnya kini jauh lebih nyaman. Salah satu persoalan yang selama ini dialami keluarganya adalah atap bocor.

Fasilitas kamar mandi di rumah tersebut juga sebelumnya belum memadai.

“Alhamdulillah, rumah kami sekarang atapnya sudah tidak bocor lagi dan punya kamar mandi yang lebih baik,” tutur Mamat.

Perubahan sederhana itu memiliki arti besar bagi keluarganya. Mereka kini tak perlu lagi terlalu khawatir ketika hujan turun dan memiliki fasilitas sanitasi yang lebih memadai.

Plt Camat Kosambi Kurnia menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia serta berbagai pihak yang ikut berkontribusi dalam kegiatan tersebut.

Load More