- Risya Azzahra Natakusumah dituduh menggunakan anggaran negara di media sosial untuk menonton konser K-Pop di Korea Selatan.
- Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah dengan tegas membantah tudingan penggunaan APBN tersebut pada Senin 3 Agustus 2026.
- Dimyati menyatakan bahwa putrinya berkuliah serta bekerja mandiri di Korea Selatan tanpa menggunakan uang negara.
SuaraBanten.id - Nama dari putri bungsu Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah yakni Risya Azzahra Natakusumah mendadak viral setelah muncul tudingan di media sosial yang menyebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menonton konser K-Pop di Korea Selatan.
Isu tersebut pertama kali diunggah oleh akun Thread @bismillahyuk_. Dalam unggahannya, akun tersebut memperlihatkan sejumlah foto Risya Azzahra Natakusumah saat menghadiri konser dan berfoto bersama seorang idol K-Pop.
"Yang rame di Kpopers~Risya Azzahra Natakusumah, anak Achmad Dimyati Natakusumah, Wakil Gubernur Banten. Di saat para Kpopers nabung untuk ketemu idol, si Risya malah pake APBN buat ketemu idol dg estimasi 25jt-40jt++. Iya, make APBN. Hebat & salut!," tulis akun @bismillahyuk_.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah membantah bila putrinya telah menggunakan uang negara untuk berangkat ke Korea Selatan dan menonton konser K-Pop.
Menurut Dimyati, tuduhan terhadap putri bungsunya tersebut tidak berdasar tanpa ada bukti yang jelas soal penggunaan anggaran negara dalam perjalanannya ke Korea Selatan.
"Di APBN-nya di anggaran mana masuknya? Kalau simpang siur ngapain ditanggapin? Tanya tuh sama yang buat berita pertama kali. Tapi anak saya jadi populer, malah bapaknya ga tau, anaknya dekat dengan penyanyi K-Pop itu," kata Dimyati, Senin (3/8/2026).
"Kok anak saya dekat? Hebat banget," imbuhnya.
Dengan tegas, Dimyati mengatakan, tidak ada anggaran negara baik yang bersumber dari APBN maupun APBD yang digunakan untuk kepentingan pribadi keluarganya. Sebab kata Dimyati, isu tersebut muncul tanpa disertai fakta dan data yang dapat dipertanggung jawabkan.
Dimyati mengaku, sebagai kepala daerah, dirinya tidak memiliki kewenangan untuk menggunakan APBN, terlebih untuk kepentingan pribadi keluarga. Termasuk APBD yang harus dikelola sesuai ketentuan dan tidak mungkin digunakan untuk membiayai kebutuhan keluarganya.
Baca Juga: Lebak Resmi Siaga Darurat Kekeringan! BPBD Pasok Air Bersih Setiap Hari ke Desa Pelosok
"Ga mungkin lah, orang bapaknya wakil gubernur. Jangankan pakai APBN, pakai APBD aja ga mungkin," ujarnya.
Disampaikan Dimyati, saat ini Risya tengah menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Korea Selatan. Tak hanya itu, Risya pun sudah diajarkan mandiri sehingga telah memiliki penghasilan lantaran mengambil sambilan untuk bekerja dengan cara menjual berbagai produk yang berkaitan dengan industri hiburan Korea Selatan.
"Dia (Risya) kan emang (tinggal ) di Korea, kuliah di Korea, kerja di Korea. Malah dia itu jadi sales yang jual-jual foto K-Pop. Kadang jual tiket juga, jadi ya tidak apa-apalah, biarin," ujar Dimyati.
Diakui Dimyati, seluruh anaknya sudah tidak bergantung pada dirinya sebagai orang tua lantaran secara ekonomi sudah bisa mandiri secara masing-masing. Di mana putri sulungnya telah lama tinggal di Korea Selatan bersama suaminya, sedangkan putra keduanya kini menjabat sebagai anggota DPR RI.
"Mereka sudah pada mandiri, duitnya banyak, malah kalah (duit) bapaknya. Anak saya justru lebih kaya dari saya, malah anak-anak yang sering bantu bapaknya, bukan bapaknya bantu anak," kata Dimyati.
Untuk itu, diungkapkan Dimyati, dirinya tidak terlalu mempersoalkan isu yang menyeret nama putri bungsunya tersebut. Meski begitu, ia berharap seluruh masyarakat bisa lebih bijak dalam menerima setiap informasi dengan tidak mudah percaya terhadap hal-hal yang belum jelas kebenarannya.
Tag
Berita Terkait
-
Lebak Resmi Siaga Darurat Kekeringan! BPBD Pasok Air Bersih Setiap Hari ke Desa Pelosok
-
Judol dan Pinjol Intai Buruh Banten, Ada Pekerja Terlilit Utang Miliaran hingga Kena PHK
-
Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon
-
TPA Dengung Lebak Banten Terbakar
-
6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
Pilihan
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
Terkini
-
Pria Tewas Terjatuh dari Lantai 4 Mall Ramayana Serang Usai Pesta Miras
-
Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1
-
Dukung Olahraga Nasional, BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil
-
Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau: SAR Sisir Laut hingga Bengkulu dan Enggano