Andi Ahmad S
Minggu, 07 Juni 2026 | 23:10 WIB
Jurnalis di Cilegon mengajak siswa SMKN 1 Cilegon untuk memerangi hoax dan disinformasi, Minggu 7 Juni 2026. [Hairul Alwan/SauaraBanten.id]
Baca 10 detik
  • Jurnalis Parlemen Cilegon menyelenggarakan program Jurnalis Mengajar bagi puluhan siswa SMKN 1 Cilegon pada Minggu, 7 Juni 2026.
  • Kegiatan ini bertujuan membekali siswa keterampilan jurnalistik serta strategi efektif melawan penyebaran hoaks dan disinformasi di media sosial.
  • Program tersebut memberikan tambahan materi pembuatan konten media sosial untuk meningkatkan soft skill siswa agar siap memasuki dunia kerja.

SuaraBanten.id - Puluhan Siswa SMKN 1 Cilegon diminta untuk melawan hoax dan disinformasi yang kerap beredar melalui media sosial. Hal tersebut diungkapkan Ketua Jurnalis Parlemen Cilegon (JPC) saat pelaksanaan Jurnalis Mengajar di sekolah tersebut.

Diketahui, pelaksanaan Jurnalis Mengajar sudah 5 tahun terakhir digelar awak media yang tergabung dalam Jurnalis Perlemen Cilegon. Mengusung tema ‘Lawan Hoaks dan Disinformasi Lewat Jurnalistik’, para siswa dibekali dasar jurnalistik tulis, foto dan konten media sosial.

Ketua JPC, Hairul Alwan mengatakan, kegiatan Jurnalis Mengajar digelar satu hingga dua kali dalam satu tahun. Kali ini, pelaksanaan dilakukan di SMKN 1 Cilegon.

"Kegiatan ini sudah berlangsung lima tahun terakhir. Kami memberikan pengajaran jurnalistik kepada para siswa SMA hingga mahasiswa. Sejauh ini sudah enam kali," kata jurnalis Suara.com itu, Minggu 7 Juni 2026.

Alwan mengungkapkan, pemberian materi seada kesempatan ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini terdapat penambahan materi yakni pengajaran pembuatan konten media sosial.

"Dalam setiap moment kita mengajarkan jurnalisik foto, video dan tulis. Untuk kali ini berbeda, ada pengajaran pembuatan konten media sosial. Kami mengajarkan pembuatan conten dan dari situ ada peluang kerja yang bisa dimanfaatkan buat adik-adik kita," ungkapnya.

Alwan juga menyebut kegiatan tersebut juga dijadikan momen untuk memerangi hoax dan disinformasi yang kerap beredar melalui media sosial. Kata dia, generasi muda harus selektif menyebarkan informasi yang beredar.

"Jika menemukan informasi dari media sosial. Jangan langsung buru-buru menyebarkannya, pastikan dulu kabar tersebut benar," imbaunya.

Ia berharap, transfer pengetahuan jurnalistik ini dapat memberi manfaat dan menambah keterampilan non teknis atau soft skill untuk para siswa.

Baca Juga: Pj Sekda Cilegon: Jadikan Pancasila Fondasi Persatuan dan Perdamaian

"Harapannya para siswa bisa memanfaatkan sharing khnowledge yang kita berikan kepada mereka. Ini bisa menjadi bekal atau soft skill setelah lulus sekolah," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Cilegon, Agus Zulkarnain mengapresiasi kegiatan yang dilakukan JPC dalam membagi pengetahuan dan pengalaman dunia jurnalistik kepada siswa.

Kata Agus, di era serba digital saat ini, informasi begitu cepat diakses. Namun tidak semua yang beredar belum tentu dapat dipertanggungjawabkan. Dengan tema yang diangkat JPC kali ini dengan melawan hoaks, dapat memberikan wawasan kepada siswa menyaring informasi berita yang benar.

"Melalui kegiatan jurnalis mengajar, siswa mendapat pemahaman mengenai jurnalistik. Etik bermedia, petingnya literasi digital serta bagaimana membangun pola pikir yang kritis dan obyektif dalam menerima informasi," katanya di hadapan puluhan siswa.

Agus berharap, kegiatan tersebut dapat menginspirasi siswa berani menyampaikan gagasan, meningkatkan komunikasi, semangat belajar dan berkarya.

"Siapa tahu di SMKN 1 melahirkan jurnalis profesional, mampu memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, daerah dan Kota Cilegon," paparnya.

Load More