- Yanti Mustati Robiyanti, anggota DPRD Kabupaten Serang, rutin mengajar mengaji bagi puluhan anak tanpa biaya sejak sepuluh tahun lalu.
- Kegiatan belajar mengaji dilakukan setiap sore hingga malam hari di kediamannya sebagai bentuk pengabdian sosial kepada masyarakat sekitar.
- Yanti kini mengemban tugas sebagai anggota Komisi II DPRD Kabupaten Serang untuk memperjuangkan aspirasi pendidikan, kesehatan, dan sosial masyarakat.
Selain itu, amal zariyah dari mengajar ngaji dan pesan orang tua dan uwa-uwanya juga jadi alasan kuat dirinya tetap melakukan aktivitas itu.
Di tengah kesibukannya sebagai anggota DPRD Kabupaten Serang yang terkadang harus ke luar kota untuk Kunjungan Kerja. Ia tetap tak ingin meninggalkan aktivitas itu hingga meminta bantuan ibu mertuanya.
“Alhamdulillah selama ini masih bisa, meskipun ada yang bolong saat saya ke luar kota. Tapi anak-anak tidak diliburkan karena ada mertua saya (ikut mengajar ngaji-red),” ungkapnya.
Alasan Terjun Politik
Perempuan beranak tiga ini juga bereksempatan menceritakan alasan di balik dirinya memutuskan terjun ke politik dan menjadi anggota Dewan.
Semua berawal dari permintaan keluarga besarnya. Ia sempat menolak permintaan itu lantaran dirinya sudah menjadi guru ngaji hingga aktivitas di Kader PKK.
“Saya enggak mau, karna hidup saya sudah nyaman begini. Tapi mamah saya bilang kalau sekarang kamu bermanfaat untuk komplek saja, tapi kalau anggota Dewan bisa bermanfaat untuk masyarakat banyak,” tutur perempuan yang hobi membaca ini.
Permintaan keluarga untuk dirinya menjadi mencalonkan diri sebagai Caleg PAN saat itu berlangsung pada bulan Ramadan. Ia tak langsung menerimanya dan menyebut izin dari sang ibunda dan suami sebagai syarat mutlak.
“Saat halal bihalal saya ditanya lagi. Saya bilang, saya mau nyalon kalau diizinkan oleh dua orang, ibu dan suami saya,” katanya mengenang perjalanan politiknya.
Baca Juga: Resmi Jadi Bupati Serang, Ratu Zakiyah Janji Segerakan Insentif Guru Ngaji
Berkat restu ibunda dan suami, ia pun akhirnya menjadi salah satu anggota DPRD Kabupaten Serang. “Awalnya saya enggak pengen jadi Dewan, enggak niat. Tapi saya doa ya Allah kalau saya bisa bermanfaat untuk banyak orang mudahkanlah,” tuturnya.
Kini, Yanti sudah menjadi bagian dari DPRD Kabupaten Serang, tepatnya sebagai anggota Komisi II. Mengurusi aspirasi seputar pendidikan, kesehatan, hingga sosial kemasyarakatan.
“Saya akan memperjuangkan aspirasi masyarakat khususnya yang jadi kewenangan saya di komisi II,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Resmi Jadi Bupati Serang, Ratu Zakiyah Janji Segerakan Insentif Guru Ngaji
-
Ratu Zakiyah dan Najib Hamas Dilantik Jadi Bupati dan Wakil Bupati Serang Besok
-
Ditunjuk Gubernur Banten, Rudy Suhartanto Jadi Plh Bupati Serang
-
JRDP Soal Ratu Tatu Chasanah Mangkir Panggilan Bawaslu, Singgung Moral Bupati Serang ke Masyarakat
-
Mangkir dari Panggilan Bawaslu, Pengamat Sebut Bupati Serang Harusnya Jaga Reputasi
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Lolos dari Jeratan Kasus SDN Kuranji, Laporan Terhadap Walikota Serang Budi Resmi Dihentikan
-
Viral Kapal Tongkang Buang Material di Bojonegara, DKP Banten Curiga Itu Limbah Industri
-
Berawal dari Niat Jahat Sopir dan Kernet, Bisnis Gelap Rokok Polos di Banten Berakhir di Jeruji Besi
-
Minimalisir Terpapar Pinjol, Puluhan Mahasiswa Diedukasi Literasi Keuangan
-
Komisi III Sorot Kelebihan Bayar Rp1,5 Miliar pada Proyek RSUD Cilegon: Harus Ada Pertanggungjawaban