- Banjir melanda 350 keluarga di Perumahan Taman Mangu Indah, Tangerang Selatan, akibat meluapnya Sungai Ciputat pada 30 April 2026.
- Warga menilai pembangunan masif di kawasan Bintaro Jaya menyebabkan aliran sungai berubah dan memicu banjir di lingkungan mereka.
- DPRD Kota Tangerang Selatan menyelidiki dugaan perubahan fungsi aliran Sungai Ciputat menjadi lahan kawasan Bintaro Jaya Xchange Mall.
SuaraBanten.id - Nestapa warga Perumahan Taman Mangu Indah, Kelurahan Jurang Mangu Barat, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten lantaran setiap hujan deras selalu diteror banjir.
Terbaru, banjir terjadi pada Kamis, 30 April 2026 akibat meluapnya aliran Sungai Ciputat. Luapan air sungai merendam jalan dan berdampak ke sejumlah rumah warga di pinggiran sungai.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel tercatat ada sekira 350 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir malam itu.
Salah seorang warga, Marwoto bilang, lingkungannya mulai sering terdampak banjir seiring dengan masifnya pembangunan di kawasan Bintaro Jaya yang segaris dengan jalur Sungai Ciputat yang kini sering merendam lingkungannya.
"Dulu mah di kawasan Bintaro itu masih banyak kebun dan air sungai nya juga masih bersih, tapi karena mulai banyak bangunan, jadi kan buang airnya ke sini semua. Makanya ya banjir,” keluhnya, Minggu (3/5/2026).
Keluhan serupa juga diungkapkan oleh warga lainnya Intan. Menurutnya, saat ini kondisi lingkungan tak nyaman lantaran sering banjir setiap hujan deras.
“Kalau ujan deres 30 menit aja, air di aliran Sungai Ciputat udah mulai naik dan tumpah. Ya kita sebagai warga tentu nggak nyaman ya kalau setiap hujan banjir,” ungkapnya menggerutu.
Selain banjir di lingkungan rumahnya, Intan juga keluhkan soal banjir di Jalan Pasar Ceger ketika aliran Sungai Ciputat meluap.
“Kalau jalannya kerendem banjir, otomatis ditutup. Warga yang mau melintas harus cari jalan alternatif dan muternya jauh banget,” bebernya.
Baca Juga: Siapa yang Bermain? Polemik Kali Ciputat Jadi Ajang 'Saling Serang' Dewan vs Pengembang
Warga lainnya yang meminta identitasnya tak disebutkan bilang, bahwa banjir yang kerap terjadi menggerus rasa amannya.
“Soalnya kalau sudah banjir itu, tinggi airnya bisa sampai sebetis orang dewasa," katanya.
Puluhan Rumah Dijual
Dampak dari langganan banjir kini mulai terlihat seiring bertambahnya rumah di Taman Mangu Indah yang dijual. Saat ini ada sekira 35 rumah yang dijual. Plang pemberitahuan ‘Dijual’ sudah terpampang dengan nomor telpon.
“Yang jelas karena banjir," kata salah seorang warga.
Alasan itu juga diamini oleh Marwoto. Rumah-rumah di lingkungannya mulai banyak di jual sejak 2024 terakhir.
Berita Terkait
-
Siapa yang Bermain? Polemik Kali Ciputat Jadi Ajang 'Saling Serang' Dewan vs Pengembang
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Lawan Preman di Ciputat, Pedagang Ditusuk di Depan Kantor Wali Kota Tangsel
-
PKS Cilegon Bagi-bagi TakJil ke Korban Banjir Hingga Ojol
-
Serang Dikepung Banjir! 2.682 Rumah Terendam dan 9.184 Jiwa Terdampak Cuaca Ekstrem
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
Pilihan
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
Terkini
-
Kakak Surakman Tak Kuasa Menahan Tangis, Jenazah Akan Dimakamkan di Samping Makam Istri
-
Teridentifikasi via DNA, Jenazah ABK KM Arupadhatu 1 Diterbangkan dari Bengkulu Besok
-
Identitas ABK Terungkap Lewat Uji DNA, PFI Desak Basarnas Buka Lagi Pencarian 5 Jurnalis
-
BRI inFrame 2026 Kembali Hadir, Abadikan Wajah Ekonomi Kerakyatan Lewat Lensa Fotografi
-
Jejak Terakhir KM Arupadatu I, DNA Terdampar di Enggano Teridentifikasi sebagai Sukarman