- Polda Banten menyita barang bukti flash disk dan ponsel terkait kasus perekaman ilegal mahasiswa MZ terhadap dosen di Untirta.
- Kejadian pelecehan seksual tersebut berlangsung di toilet kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa pada tanggal 31 Maret 2026 lalu.
- Penyidik sedang menjadwalkan pemeriksaan terhadap pelaku untuk mendalami motif serta kemungkinan adanya korban lain dalam kasus tersebut.
SuaraBanten.id - Polda Banten mengamankan sebuah flash disk dalam penanganan kasus yang melibatkan seorang mahasiswa berinisial MZ yang diduga merekam dosen perempuan di toilet Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).
Disampaikan Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, pihaknya menerima sejumlah barang bukti dari pelapor berinisial LK atas kasus pelecehan seksual yang dialaminya.
"Penyidik menerima dari pelapor itu berupa pakaian yang digunakan saat kejadian, ada flash disk berisi video yang diduga direkam saat kejadian, ada handphone yang digunakan untuk merecord, kemudian ada hasil visum yang dinyatakan oleh medis bahwa terjadi dugaan kekerasan kepada korban yang diduga saat pelapor teriak dan mencoba menangkap terduga pelaku terjadi perlawanan," kata Maruli ditemui di Polda Banten, Senin (6/4/2026).
Namun Maruli mengaku, dirinya belum bisa membeberkan isi video-video yang ada di dalam flash disk tersebut, termasuk adanya korban lain yang turut direkam lantaran masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap terduga pelaku.
"Kita belum bisa menyimpulkan tentang itu (ada korban lain), masih berproses. Nanti akan diupdate apakah ada video-video lain yang direcord di tempat itu (toilet Untirta) atau di tempat lain," ujarnya.
Bahkan, lanjut Maruli, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui motif terduga pelaku nekat merekam korban saat di toilet lantaran belum dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Dirreskrimum Polda Banten.
"Jadi sampa hari ini kita belum memeriksa terduga pelaku, namun kita sudah layangkan surat panggilan. Kita usahakan Minggu ini. Dan terduga pelaku kita akan dalami soal motif dan kemungkinan adanya korban lain," kata Maruli.
Sebelumnya diberitakan, seorang mahasiswa Untirta berinisial MZ diduga telah melakukan tindak pelecehan seksual dengan merekam seorang dosen perempuan di sebuah toilet kampus pada Selasa (31/3/2026) lalu.
Kontributor : Yandi Sofyan
Baca Juga: Maling Menangis, Pemilik Tertawa: Mobil Warga Serang Ini Kembali dalam Kondisi Lebih Glowing
Tag
Berita Terkait
-
Maling Menangis, Pemilik Tertawa: Mobil Warga Serang Ini Kembali dalam Kondisi Lebih Glowing
-
Oknum Mahasiswa Untirta Rekam Dosen di Toilet, Korban Resmi Lapor ke Polda Banten
-
Polisi Buru 3 DPO Pembacokan Cilandak, Senjata Tajam Disembunyikan di Cirendeu
-
Kumpul Lebaran Berujung Borgol, Mantan Karyawan Depot Air Minum Diciduk Polisi di Rumah Nenek
-
Geger! Mahasiswa Untirta Tertangkap Basah Rekam Dosen Perempuan di Toilet Kampus
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Crazy Rich Cilegon Bagi-bagi Durian ke Ratusan Anak Yatim di Momen HUT PAN ke-28
-
Serang Dihebohkan Kehadiran Verrell Bramasta dan Edison Sitorus
-
Setelah 10 Tahun, BRI Jadi Perantara Pertemuan Seorang PMI dan Ibunya Lewat Program Tali Kasih
-
BRImo Taiwan Hadir, BRI Perkuat Layanan Digital untuk PMI
-
Kewalahan Melayani Pembeli, Durian Khas Badui Jadi Prima Dona Panen Raya di Lebak