Andi Ahmad S
Kamis, 19 Maret 2026 | 16:14 WIB
Kendaraan pemudik melintas di Jalan Inspeksi Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (18/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Seorang pemudik bernama Rizal tertahan di Pelabuhan Ciwandan karena tiket feri yang dibeli dari calo terbukti palsu.
  • Rizal bersama dua rekannya membeli tiga tiket seharga Rp90 ribu per lembar dari perantara di jalan menuju pelabuhan.
  • Petugas pelabuhan meminta korban menunggu solusi penyeberangan sementara kedua rekannya dapat lolos pemindaian tiket.

SuaraBanten.id - Seorang pemudik sepeda motor di Pelabuhan Ciwandan diduga menjadi korban penipuan oknum perantara atau calo lantaan tiket yang dibelinya palsu, Rabu (18/3/2026) dini hari. Akibatnya, ia pun terpaksa harus tertahan di dalam pelabuhan.

Korban bernama Rizal mengaku, dirinya bersama kedua rekannya membeli 3 tiket kapal feri lewat calo yang ada di jalan menuju Pelabuhan Ciwandan sebesar Rp90 ribu per tiket.

Namun, kata Rizal, dirinya baru mengetahui bahwa tiket yang dibelinya diduga palsu saat hendak melakukan scanning di loket pemeriksaan tiket sebelum masuk buffer zone Pelabuhan Ciwandan.

"Beli di pinggir jalan. Ga bisa (discan), gagal gagal terus," kata Rizal ditemui di Pelabuhan Ciwandan.

Akibatnya, Rizal mengaku dirinya harus tertahan di dalam areal Pelabuhan Ciwandan usai petugas di lokasi memintanya untuk menepi terlebih dahulu sambil mencarikan solusi bagi dirinya untuk bisa menyeberang ke Pulau Sumatera.

"Disuruh nunggu katanya (petugas)," ujarnya.

Imbas tertahannya Rizal, kedua rekannya yang ikut dalam perjalanan mudik menuju Lampung terpaksa harus ikut menunggu lantaran tidak tega meninggalkan Rizal seorang diri.

Padahal tiket milik kedua rekan Rizal bisa melalui proses scanning di loket pemeriksaan tiket meski membeli secara bersamaan di oknum calo penjual tiket yang sama.

"Ini 2 (tiket) bisa, yang 1 enggak. Ga bisa ditinggal lah, kasihan. Baru ini kita (tertipu tiket palsu) bertahun-tahun pulang kok," ungkap rekan Rizal.

Baca Juga: Habis Kerja Langsung Packing! Cerita Pemudik Asal Bekasi yang Pilih Gas Poll ke Sumatera

Sebelumnya, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo sempat meminta kepada para pemudik yang akan menggunakan jasa transportasi penyeberangan untuk tidak membeli tiket kapal feri dari calo.

"Kepada masyarakat sekali lagi kami mengimbau agar membeli tiket secara online, secara mandiri, dan jangan melalui perantara (calo)," kata Heru.

Kontributor : Yandi Sofyan

Load More