- Pembangunan tanggul Ciwaliwis di Tanjung Pasir mengatasi masalah banjir yang selama ini mengancam kenyamanan warga setempat.
- Program CSR PIK2 mencakup berbagai kegiatan lingkungan seperti pembangunan turap, penanaman bambu, dan aksi bersih kali.
- Dampak program ini meluas pada perbaikan kualitas air, peningkatan rasa aman warga, serta penguatan sektor pendidikan dan ekonomi.
SuaraBanten.id - Di Tanjung Pasir, Sungai Ciwaliwis dulu menjadi sumber kecemasan. Setiap hujan deras, warga seperti menunggu ancaman. Karena itu pembangunan tanggul Ciwaliwis menjadi penanda perubahan nyata.
Rohim (52), nelayan yang tinggal tak jauh dari bantaran sungai, masih mengingat betul betapa sering rumahnya tergenang.
“Dulu air masuk sampai dapur. Sekarang tanggulnya sudah berdiri, kami lebih tenang. Baru tahun ini anak saya bisa tidur tanpa was-was,” katanya.
Pilar lingkungan CSR PIK2 berjalan dalam banyak bentukpembangunan turap Tanjung Pasir, penanaman arboretum bambu, pelatihan tanggap bencana di Kecamatan Mauk, hingga aksi bersih kali di Teluknaga.
Sulastri (41), warga Teluknaga yang ikut aksi bersih kali, mengatakan perubahan terasa pada kualitas air dan bau lingkungan sekitar.
“Kali di belakang rumah kami dulu hitam pekat. Sekarang jauh lebih bersih. Masyarakat jadi semangat ikut merawat,” ujarnya.
Tiga pilar lain ikut menopang kerja lingkungan ini. Pendidikan diperkuat lewat renovasi sekolah dan Pojok Literasi yang secara tidak langsung menanamkan nilai kelestarian alam pada anak-anak. Di sektor ekonomi, UMKM dibantu bertumbuh, mulai gerobak usaha hingga pelatihan kemasan modern.
Sementara itu, pilar kesehatan memperbaiki sanitasi dan memberi layanan melalui motor ambulans, program stunting, serta pembangunan sanikam. Semua berpadu, menciptakan jaring keselamatan lingkungan dan sosial yang lebih utuh.
Lingkungan yang baik bukan hanya tentang alam, tetapi juga tentang masyarakat yang merasa aman dan dihargai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Akses Keuangan bagi 33,8 Juta Debitur
-
Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan
-
Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda
-
Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel