-
Pemkab Lebak membangun 50 unit Rumah Tak Layak Huni (RTLH) pada 2025 melalui Program BSPS, mengalokasikan Rp1 miliar APBD untuk percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.
-
Setiap unit RTLH menerima stimulan Rp20 juta, sehingga partisipasi gotong royong masyarakat menjadi kunci utama untuk memastikan pembangunan rumah berkualitas dan sehat.
-
Program BSPS memiliki proses verifikasi ketat dan telah dirasakan manfaatnya oleh warga, seperti Saman, yang kini memiliki rumah lebih aman dan sanitasi memadai.
SuaraBanten.id - Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah terus diwujudkan.
Melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2025, Pemkab Lebak sedang gencar membangun 50 unit rumah tak layak huni (RTLH) yang tersebar di berbagai kecamatan.
Inisiatif ini merupakan langkah konkret dalam upaya percepatan dan penghapusan kemiskinan ekstrem di daerah, sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 tahun 2025.
Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Lebak, Lingga Segara, memastikan bahwa pembangunan RTLH ini sedang berjalan.
"Pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) itu sedang dilaksanakan dan semua belum rampung," katanya dalam keterangan di Lebak, Senin.
Pemkab Lebak memiliki komitmen kuat untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar memiliki rumah yang layak huni. Rumah yang sehat dan aman adalah fondasi utama bagi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga.
Lingga Segara menjelaskan bahwa Program BSPS ini bersinergi langsung dengan kebijakan Bupati Hasbi Asyidiki, khususnya dalam percepatan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Untuk itu, Pemkab Lebak mengalokasikan anggaran signifikan, yaitu Rp1 miliar dari APBD setempat, untuk membangun 50 unit RTLH pada tahun 2025. Setiap unit rumah mendapatkan dana stimulan sebesar Rp20 juta.
"Kami berharap pembangunan itu berjalan lancar dan rampung sesuai target yang ditentukan," harap Lingga.
Lingga Segara mengakui bahwa jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Lebak masih sangat banyak, mencapai lebih dari 40 ribu unit yang tersebar di 28 kecamatan.
Baca Juga: Jam Operasional Truk Tambang di Bogor Direlaksasi Pagi hingga Sore: Perbup Sementara Dikesampingkan
Namun, keterbatasan anggaran membuat pelaksanaan pembangunan harus dilakukan secara bertahap melalui Program BSPS.
Meskipun setiap unit rumah mendapatkan dana stimulan sebesar Rp20 juta, dana ini relatif kecil jika dibandingkan dengan total biaya pembangunan rumah layak huni. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat secara gotong royong menjadi elemen wajib dan kunci utama keberhasilan program ini.
"Kami minta pembangunan rumah layak huni itu benar-benar mengutamakan kualitas dan dapat mendorong peningkatan kualitas kesehatan," tegas Lingga.
Dana bantuan stimulan Rp20 juta per rumah ini dialokasikan untuk membeli kebutuhan material bangunan di lokasi terdekat. Kebijakan ini tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga secara tidak langsung mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat dengan menggerakkan roda usaha toko bangunan lokal.
Syarat Penerima dan Proses Pengajuan yang Transparan
DPKPP Lebak telah menetapkan persyaratan yang jelas bagi masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan dana stimulan ini, antara lain:
Berita Terkait
-
Jam Operasional Truk Tambang di Bogor Direlaksasi Pagi hingga Sore: Perbup Sementara Dikesampingkan
-
Waspada! Krisis Air Menghantui Jakarta dan Banten, Dedi Mulyadi Ungkap Akar Masalahnya
-
Sejarah Terukir! Mahkota Raja Pajajaran Kembali 'Pulang' ke Bogor Setelah Ratusan Tahun
-
Tragedi Maut di Tambang Emas Ilegal Cigudeg, Penambang Asal Lebak Tewas Tertimbun
-
Pabrik Tembakau Sintetis Digerebek di Ciputat, Pelaku Raup Jutaan Rupiah Per Kilogram
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi
-
Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu
-
1.100 Korban PHK PT PWI 6 Rangkasbitung Diprioritaskan Masuk Perusahaan Baru
-
Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara