-
Dua billboard Tangsel roboh karena hujan angin, timpa rumah, lukai ibu dan balita.
-
Ibu dan anak terluka di kepala, kini dirawat setelah tertimpa material billboard.
-
Billboad merusak 5 rumah, 6 kontrakan, 3 motor. Izinnya sedang diselidiki DPMPTSP.
SuaraBanten.id - Dua billboard raksasa di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ambruk menimpa rumah warga setelah diguyur hujan deras dan angin kencang, Selasa, 7 Oktober 2025.
Dua billboard raksasa yang ambruk menimpa rumah warga itu berada di RT 01 RW 06 Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat.
Selain menimpa rumah warga, ada dua korban luka yakni ibu dan balita usia 2 tahun. Saat kejadian, keduanya sedang tertidur di kamar.
Salah satu pengurus RT sekitar, Abdul mengatakan, peristiwa itu terjadi siang hari saat hujan deras dan angin kencang.
"Lagi hujan angin tiba-tiba billboard roboh menimpa rumah warga. Ada dua orang terluka ibu sama anaknya," kata Abdul.
Abdul menuturkan, ibu dan anak itu alami luka dibagian kepala setelah kena hantam material billboard yang roboh.
"Luka di kepala dibawa ke RS IMC Bintaro. Sekarang alhamdulillah udah ditangani," tuturnya.
Abdul menerangkan, dua billboard raksasa yang roboh itu masih berada di wilayahnya jaraknya hanya sekitar 30 meteran.
Billboard raksasa berukuran 8x16 meter itu milik dua vendor periklanan, yakni PT Buana Advertising dan PT Grafika.
Baca Juga: Bukan Darah, Kali di Rawa Buntu Tangsel Tiba-tiba Berwarna Merah Pekat
"Billboard PT Buana udah berdiri 3,5 tahun, izinnya sampai tiga tahun. Katanya udah diperpanjang," paparnya.
Lokasi billboard raksasa roboh itu kini dipasangi garis segel milik Satpol-PP Kota Tangsel.
Selain 5 rumah, ada juga 6 pintu kontrakan yang turut terdampak dan tiga motor ringsek tertimpa besi material billboard.
Warga yang terdampak kini sedang mengungsi ke tempat kerabat yang lebih aman. Sementara pekerja dari vendor billboard tengah berjibaku mulai memotong besi-besi billboard untuk dievakuasi.
Soal izin dua billboard yang roboh itu, Kepala Dinas Penanaman Modah dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangsel Maulana Prayoga mengatakan, pihaknya masih lakukan penelusuran.
"Izinnya lagi dicek sama tim," katanya dikonfirmasi melalui telpon.
Berita Terkait
-
Bukan Darah, Kali di Rawa Buntu Tangsel Tiba-tiba Berwarna Merah Pekat
-
Momen Horor Pernikahan di Tangsel: Mobil Klasik Pembawa Pengantin Tiba-tiba Jadi Abu
-
Mardiono Gagal Bawa PPP Tangsel ke Senayan, Pengurus Lokal Solid Dukung Agus Suparmanto
-
Insiden Siswa Nyaris Jatuh Viral, Dikbud Tangsel Langsung Turun Tangan, Fokus Trauma Psikologis Anak
-
Detik-detik Mencekam! Siswa SD di Tangsel Nyaris Jatuh dari Lantai 3, Video Viral Bikin Histeris
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Serbuan Wartawan Bikin Anak Walikota Serang Malu dan Sembunyi Saat Diantar Sekolah
-
Bikin Haru, Cerita Ayah di Serang Ini Rela Bangun Subuh Demi Antar Anak Hari Pertama SD
-
Bingung Cari Uang Nikah, Pemuda 25 Tahun Nekat Tusuk Leher Ojol yang Sedang Tidur di Tangerang
-
Krisis Murid Berujung Merger 3 SDN di Kota Serang: Rombel Dipangkas, 3 Guru Terdepak
-
Imbas Sistem Zonasi dan Krisis Anak Usia Sekolah, 3 SD Negeri di Kota Serang Terpaksa Dimerger