-
Jembatan Cirokoy Pandeglang dibuka, mengakhiri kemacetan parah dan penantian panjang pengendara.
-
Pengendara kini bisa melintas dua arah, mengurangi waktu tempuh yang tidak efisien.
-
Proyek Jembatan Cirokoy selesai lebih cepat dari jadwal tanpa mengorbankan kualitas.
SuaraBanten.id - Kabar gembira datang bagi ribuan pengendara yang setiap hari melintasi jalur vital Pandeglang menuju Labuan atau sebaliknya.
Jembatan Cirokoy di Desa Sukasari, Kecamatan Kadu Hejo, Kabupaten Pandeglang, yang selama berbulan-bulan menjadi titik rawan kemacetan parah, kini telah memasuki tahap akhir pembangunan dan resmi dibuka untuk dilalui kendaraan dari dua arah.
Ini menjadi penantian panjang bagi warga dan pelaku ekonomi di Banten, yang kerap terjebak macet hingga berjam-jam.
Sebelumnya, selama masa konstruksi, Jembatan Cirokoy ditutup total, memaksa kendaraan bergantian melewati jembatan alternatif yang dibangun di samping jembatan utama.
Kondisi ini seringkali menciptakan antrean kendaraan yang mengular, menguji kesabaran pengguna jalan.
Salah seorang pengguna jalan yang merasakan langsung dampak positif ini adalah Puloh (33), warga Kecamatan Menes.
Dengan wajah ceria, Puloh mengaku lega usai Jembatan Cirokoy dibuka kembali. Menurutnya, hal ini akan sangat membantunya terhindar dari kemacetan arus lalu lintas saat pergi dan pulang kerja.
"Senang lah, bisa dilewati dua arah sekarang, kemarin kan pas dibangun itu cuma bisa dilewati satu kendaraan, jadinya ngantri, macet panjang kadang, saya sering terjebak sampai 3 jam, pernah 5 jam pas mau pulang," kata Puloh, Selasa (23/9/2025).
"Alhamdulillah sekarang ga macet, bisa lebih cepet kalau ke kantor atau pas pulangnya," tambah dia.
Baca Juga: Zat Radioaktif Cesium-137 Diduga Berasal dari Pabrik di Serang
Pengalaman Puloh ini merepresentasikan keluhan umum masyarakat yang selama ini terbebani oleh waktu tempuh yang tidak efisien.
Di sisi lain, Balai Pelaksana Jembatan Nasional (BPJN) Provinsi Banten melalui PPK 1.3, Bagus Permana, mengonfirmasi rampungnya pembangunan.
"Iya sudah bisa dilewati," ucap Bagus singkat namun penuh makna.
Ia menambahkan bahwa proses pembangunan Jembatan Cirokoy udah 99 persen, dan kini hanya tinggal memasuki tahap finishing.
Jembatan sementara yang sebelumnya menjadi solusi sementara pun telah dirobohkan, menandakan bahwa jembatan utama telah kokoh dan siap berfungsi optimal.
Lebih lanjut, Bagus Permana mengungkapkan kebanggaannya karena proses pembangunan Jembatan Cirokoy bisa diselesaikan lebih cepat dari target semula, yaitu bulan Oktober 2025.
Meskipun demikian, ia dengan tegas mengklaim bahwa kualitas jembatan tetap sesuai dengan standar yang sudah ditentukan.
Berita Terkait
-
Zat Radioaktif Cesium-137 Diduga Berasal dari Pabrik di Serang
-
Pemkab Lebak Ajak Masyarakat Stop Pernikahan Dini
-
Pulau Tunda Akan Dibangun Tiongkok, Ratu Rachmatuzakiyah Bilang Begini
-
Korban Ledakan Pamulang Meninggal Dunia, Alami Luka Bakar Nyaris 100 Persen
-
Deklarasi DPW PPP Banten Disoal, 3 DPC Nyatakan Tetap Setia pada Mardiono
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 6 Sepatu Slip On Tanpa Tali Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Harga Mulai Rp120 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Polda Banten Ungkap Identitas Mayat Terapung di Perairan Lampung
-
Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Warga di Serang, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
-
Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL
-
Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi
-
Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD