SuaraBanten.id - Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Serang menunjukan tren penurunan, namun satu kasus kematian tetap perlu menjadi pengingat untuk kita semua.
Dinas Kesehatan atau Dinkes Serang menyoroti keterlambatan penanganan medis kasus DBD akibat terlalu lama dirawat di rumah bisa menjadi penyebab fatal yang bisa merenggut nyawa.
Dinkes Serang juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap gejala DBD yang memerlukan kecepatan dan ketepatan dalam penangannnya.
Menurut data Dinkes Serang satu nyawa melayang akibat DBD di Kota Serang sepanjang periode Januari hingga Mei 2025.
Dinkes Serang mengungkapkan, kasus kematian ini bukan disebabkan oleh lonjakan kasus, melainkan karena penanganan pasien yang terlambat.
Insiden tragis ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat untuk tidak menganggap remeh gejala DBD dan bahaya melakukan perawatan mandiri di rumah tanpa pengawasan medis.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang, Ahmad Hasanuddin, mengonfirmasi bahwa dari 30 kasus DBD yang tercatat dari Januari hingga Mei 2025, satu pasien meninggal dunia.
Kata dia, penyebab utamanya adalah keterlambatan dalam mendapatkan penanganan medis profesional karena pasien terlalu lama dirawat di rumah.
Meski ada korban jiwa, tren kasus DBD tahun ini sebenarnya menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 80 kasus.
Baca Juga: Upaya Damai Bisa Berujung Pidana, Pihak yang Halangi Kasus SMAN 4 Serang Terancam 5 Tahun Penjara
"DBD di Kota Serang tidak seperti tahun lalu. Hingga Mei 2025, masih berada di 30-an kasus, dan mudah-mudahan tidak lebih dari itu, kalau untuk bulan Juni dan Juli saya belum cek lagi," katanya dilansir dari ANTARA, Jumat 11 Juli 2025.
Puluhan kasus yang dilaporkan dari 16 puskesmas di enam kecamatan ini menunjukkan bahwa ancaman DBD masih nyata.
Menanggapi hal ini, Dinkes lebih mengutamakan langkah pencegahan di hulu daripada penanganan di hilir. Upaya pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mengubur) terus digalakkan sebagai metode paling efektif.
Dinkes secara tegas menyatakan bahwa fogging atau pengasapan bukanlah solusi utama untuk memberantas DBD. Metode ini dinilai hanya memberikan solusi sesaat.
"Kalau fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa, sehingga jentik nyamuk itu masih hidup. Yang paling efektif tetap 3M," tegasnya.
Masyarakat diimbau untuk lebih proaktif menjaga kebersihan, terutama pada genangan air bersih yang seringkali luput dari perhatian, karena di sanalah nyamuk Aedes aegypti berkembang biak.
"DBD ini juga berada di tempat air yang bersih, tidak hanya yang kotor. Jadi, kalau ada tempat penampungan air harus tertutup," ujarnya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Upaya Damai Bisa Berujung Pidana, Pihak yang Halangi Kasus SMAN 4 Serang Terancam 5 Tahun Penjara
-
Simpang Siur Jadwal Sidang Terdakwa Kasus Mutilasi di Gunungsari Picu Amarah Keluarga
-
Skandal SMAN 4 Serang Memanas, Dindikbud Banten Turun Tangan, Polisi Lakukan Penyelidikan
-
Mantan Kepala SMAN 4 Serang Akui Ada Kasus Pelecehan Seksual, Pilih Diam Demi Nama Baik Sekolah?
-
Wanita Penjaga BRI Link di Serang Tewas Dipalu di Kepala, Pelaku Gondol Uang Rp10 Juta
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Daftar Lengkap Progres Lahan Koperasi Merah Putih se-Banten: Kabupaten Serang Terbanyak
-
Cuaca Ekstrem Terjang Serang, Atap Dapur Makan Bergizi Gratis di Mancak Ambruk
-
Kronologi Lengkap Kasus Ojek di Pandeglang: Dari Kecelakaan Maut Jalan Rusak Hingga Gugatan
-
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Tangerang, Serang dan Pandeglang Jumat 27 Februari 2026
-
Mantan Kasir Bukit Cilegon Asri Tilap DP Nasabah Rp653 Juta, Begini Modusnya