SuaraBanten.id - Salah satu cabang Apotek Gama Cilegon diduga menjual paket obat ilegal dan berbahaya yang kerap disebut obat setelan. Hal tersebut terungkap usai Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Serang yang melakukan penindakan dugaan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar keamanan, kemanfaat, dan mutu di apotek tersebut.
Kepala Balai Besar POM Serang, Mozaza Sirait mengatakan, penindakan Apotek Gama Cilegon dilakukan 9 Oktober 2024 lalu, bersama Korwas Polda Banten, Dinkes Kota Cilegon, dan BAIS. Penindakan tersebut merupakan hasil tindak lanjut pengawasan yang dilakukan pada 19 September 2024 lalu.
Saat pemeriksaan di bulan September 2024, penyidik menemukan tempat penyimpanan berbagai jenis obat keras yang telah dilepaskan dari kemasan aslinya dan dibungkus ulang dalam plastik klip sehingga tidak memiliki identitas.
Paket berisi campuran obat itu kemudian disebut obat setelan. Paket Obat Setelan itu sebetulnya bukan obat ilegal, namun ketika berbagai jenis obat dicampur dan dijual tanpa resep dokter menggunakan plastik tanpa merek, membuat Obat Setelan menjadi ilegal dan berbahaya.
BPOM kemudian menyita obat tersebut yang saat diteliti jenisnya adalah Natrium Diklofenat, Deksametasol, Salbutamol Sulfate, Teofilin, Klorfeniramine Maleat, dan Asam Mefenamat.
Obat setelan tersebut biasa dijual karena diklaim bisa mengobati sakit gigi, batuk, pilek, pegal linu, dan pereda nyeri dengan harga Rp10-25 ribu.
"Penggunaan Obat Setelan yang tidak dikemas dalam kemasan aslinya menyebabkan mutu dan keamananya tidak terjamin," kata Mozaza dikutip dari Bantennews.co.id (Jaringan SuaraBanten.id), Selasa (7/1/2024).
Campuran obat yang tergolong obat keras itupun kerap dijual tanpa resep dokter. Sehingga, resiko efek sampingnya sangat berbahaya, dan bisa menimbulkan gangguan fungsi hati, ginjal, dan metabolisme tubuh.
Mozaza juga mengatakan, sebetulnya Apotek Gama pernah mendapatkan sanksi administrasi dari BPOM terkait kasus lain. Tak hanya di Cilegon, cabang apotek itu juga terkena sanksi di Provinsi lainnya.
Baca Juga: Kejari Cilegon Serahkan Uang Lelang Hasil Rampasan Korupsi BPRS CM Rp1,4 Miliar
Mozaza memastikan penyelidikan terkait siapa saja yang terlibat dalam pengemasan dan penjualan obat tersebut masih dilakukan oleh pihak kepolisian.
"Ini yang justru sedang kita dalami, kita lakukan seusai prosedur kita melakukannya dengan Korwas Polda Banten. Tentu kami juga tidak ingin yang tidak bersalah dipersalahkan," ujarnya.
Lebih lanjut, BPOM mengamankan puluhan jenis obat, kapsul kosong, serta klip kertas tanpa identitas yang digunakan untuk membungkus Obat Setelan. Barang bukti itu kini disimpan di gudang BPOM Serang.
"Sekira 400 ribuan sekiranya segitu, jadi ada yang belum dikupas, sudah dikupas, dan diklip diset jadi satu plastik ini isinya beberapa jenis obat," kata ketua tim penindakan BPOM Serang, Farida Ayu.
Berita Terkait
-
Kejari Cilegon Serahkan Uang Lelang Hasil Rampasan Korupsi BPRS CM Rp1,4 Miliar
-
Kapolsek Cinangka Diperiksa, Diduga Tolak Dampingi Korban Penembakan di Tol Tangerang-Merak
-
Tinggal di Kota Terkaya se-Banten, Kakek 62 Tahun Hidup di Gubuk Kecil Butuh Bansos
-
Soal Puluhan Siswa SMPN 12 Cilegon Belajar di Lantai, Dindikbud Klaim Ada Keterlambatan...
-
Honor RT RW Belum Dibayarkan, Ketua DPRD Cilegon Desak Segera Cairkan
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
4 Rekomendasi Sepatu Lokal Harga Rp 300 Ribuan dengan Kualitas World Class
-
Tak Terima Ibunya Disebut 'Penyakitan', Pria di Pandeglang Cekik Kekasih hingga Tewas
-
Rekam Jejak 'Si Raja Licin' Agat: Mafia Timah yang Berkali-kali Lolos, Kini Kembali Diringkus
-
Menyentuh, Siswa Teluknaga Rayakan Hardiknas 2026 dengan Belajar Coding Lewat Minecraft
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Kalcer 2026: Keren Gak Harus Mahal, Budget di Bawah 500 Ribu