Cerita warga Setu Kota Tagerang Selatan (Tangsel) yang kekeringan dampak dari kemarau cukup miris. Mereka terpaksa mencuci baju di aliran kali saluran pembuangan tempat wisata Lubana Sengkol.
Aktivitas mencuci di saluran kali pembuangan ini dilakukan oleh warga RT 06 RW 02 Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangsel.
Mereka terpaksa mencuci di saluran kali pembuangan itu lantaran sumur di rumah sudah mengering. Jangankan untuk mencuci, untuk kebutuhan minum air bersih saja tidak ada.
Warga yang mengaku bernama Yoyoh (46) bercerita soal aktivitasnya mencuci baju di saluran kali pembuangan Lubana Sengkol itu.
Yoyoh secara gamblang mengaku, sudah tahu bahwa air yang digunakan untuk mencuci baju keluarganya itu tak bersih, pembuangan dari tempat wisata.
"Biarin, kata saya ini mah bersih. Ini jadi penolong," katanya sambil mencuci pakaian milik dia dan keluarganya, Kamis, 5 September 2024.
Seperti saluran kali pada umumnya, tempat mencuci yang digunakan Yoyoh dan tetangganya itu merupakan sodetan dari saluran kali utama.
Di sekitar tempat mencuci pakaian itu, dipenuhi dengan pohon-pohon bambu dan semak belukar. Ada bekas spanduk yang membentang untuk menutupi sisi kanan tempat mencuci itu.
Sementara alas yang digunakan Yoyoh dan tetangganya mencuci sebagai pijakan itu dibuat dari bambu yang disusun sejajar dan kokoh.
Baca Juga: Rekomendasi NasDem Berlabuh ke Riza Patria-Marsehel Widianto
Tempat itu, kata Yoyoh, spot baru yang dibuat warga karena tempat sebelumnya kebawa arus dan longsor akibat hujan deras.
"Ini dibuat pa lagi 17 Agustus kemaren. Orang lain merdekaan kita bikin tempat nyuci ini," ungkapnya sambil nyikat baju.
Ibu dua anak itu tak menampik, air yang digunakan mencuci pakaian itu tak bersih dan sering membuat kulit badannya gatal. Tetapi, di tengah kekeringan saat ini, hal itu tak jadi momok.
Terpenting, pakaian keluarganya bersih dan bisa dipakai untuk aktivitas sehari-hari. "Gatel sih gatel, tinggal pake bedak selesai," ungkapnya tak ambil pusing.
Yoyoh bilang, aktivitas mencuci di saluran kali pembuangan itu dilakukan setiap tahun jika dilanda kekeringan. Sumur galian di rumahnya saat ini kering kerontang bahkan sudah retak.
"Kedaleman 12 meter, tanah pada bongkar. Tiap tahun kayak gini," katanya sambil bilas cucian.
Berita Terkait
-
Rekomendasi NasDem Berlabuh ke Riza Patria-Marsehel Widianto
-
Rekomendasi NasDem Berlabuh Riza Patria-Marsehel Widianto
-
Andra Soni Ungkap Alasan Pencalonan Marshel Widianto Jadi Cawalkot Tangsel, Ternyata...
-
Tukang Kebun di Ciputat Tangsel Ditemukan Tewas Gantung Diri
-
Mitigasi Bencana Musim Kemarau, Enam Kelurahan Ini Rawan Kekeringan
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Ayah dan Anak di Cilegon Tewas Usai Motornya Ditubruk Mobil Honda CRV
-
Ekosistem Merchant BRI Terus Tumbuh, Transaksi QRIS Naik 76 Persen
-
Kasat Narkoba Polres Tangsel dan 6 Anggotanya Terjerat Peredaran Gelap Narkoba